Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dash-e Lut, Iran (Sumber: Whenonearth.net)
Dream - Dunia sedang digemparkan dengan fenomena gelombang panas yang menerpa kawasan Timur Tengah. Fenomena tersebut membuat suhu di kawasan yang terkena imbas menjadi kian meningkat hingga 40-50 derajat celcius.
Namun ternyata suhu tersebut tak seberapa jika dibandingkan dengan suhu di Dash-e Lut. Dash-e Lut yang terletak di negara Iran merupakan tempat terpanas di muka bumi.
Seperti dikutip dari BBC News, NASA pernah merilis data terkait suhu di tempat tersebut. Data NASA yang didapatkan dari pantauan satelit pada tahun 2005 menunjukkan suhu terpanas di Dash-e Lut mencapai 70,7 derajat celcius.
Dash-e Lut sendiri merupakan sebuah kawasan gurun pasir dengan ukuran panjang sekitar 480 km dan lebar 320 km, yang menempatkannya sebagai gurun pasir terluas ke-25 di dunia. Kawasan ini terlihat gelap saat dipantau dari satelit, dan daerah gelap itulah yang menjadi tempat terpanas di dunia.
Selain memiliki suhu yang demikian tinggi, kawasan ini juga menjadi yang paling kering di dunia. Tak ada satu pun tumbuhan yang dapat hidup di sana. Bahkan, tanaman kaktus yang biasanya mampu bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem, juga tak nampak di kawasan tersebut.
Titik paling panas di Dash-e Lut berada di Gandom Beryan. Menariknya, area ini tertutup lava hitam serta diliputi banyak legenda dan mitos. Salah satu legenda menceritakan bahwa lava hitam di sana berasal dari gandum yang terbakar.
Dahulu ada kendaraan pembawa gandum yang terguling di sana. Saking panasnya area itu, gandum-gandum tersebut akhirnya terbakar dan menyisakan lava hitam yang terlihat seperti sekarang.
Meskipun dikenal sebagai tempat terpanas di muka bumi, bukan berarti tak ada seorang pun yang berminat berkunjung ke sana. Buktinya, ada beberapa traveler dunia yang penasaran dan nekad mendatangi Dash-e Lut untuk merasakan langsung panasnya yang ekstrem.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya