Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Ethiopian Airlines (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Pesawat maskapai Ethiopian Airlines jatuh pada Minggu, 10 Maret 2019, menewaskan 157 orang. Satu dari korban tewas rupanya adalah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdinas di World Food Program (WFP) yang berbasis di Roma, Italia.
Direktur WFP, David Beasley, melalui akun Twitternya menyatakan terdapat 7 stafnya yang meninggal dalam kecelakaan pesawat tersebut. Dia menginformasi salah satu staf tersebut bernama Harina Hafitz asal Indonesia.
" Kami akan melakukan semua yang dimungkinkan secara manusiawi untuk membantu keluarga korban," ujar Beasley, dikutip dari Liputan6.com.
Beasley mengatakan pihaknya menyiapkan penasihat hukum untuk menangani kasus ini. Mereka ditempatkan di markas besar WFP di Roma terhitung mulai hari ini.
Selanjutnya, Beasley juga menyampaikan ucapan bela sungkawa terhadap para korban dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guteres. Terutama ditujukan kepada keluarga besar WFP.
Sejumlah pejabat PBB juga menyampaikan dukungan serupa. Di antaranya seperti Wakil Sekjen, Amina Mohammed, Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore, dan Komisaris Tinggi UNHCR, Filippo Grandi.
Tadi malam, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir, menyatakan ada satu WNI dalam pesawat Ethiopian Airlines. Informasi tersebut didapat dari KBRI Addis Ababa.
" KBRI Addis Ababa telah mendapatkan informasi dari kantor Ethiopian Airlines bahwa terdapat satu WNI yang menjadi korban dari kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines yang menuju Nairobi dari Addis Ababa," kata pria yang akrab disapa Tata ini.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Happy Ferdian Syah Utomo)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes