Setelah 20 Tahun Lantunkan Azan, Akhirnya ke Tanah Suci

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 12 Maret 2018 17:00
Setelah 20 Tahun Lantunkan Azan, Akhirnya ke Tanah Suci
Bajuri tidak pernah mengharapkan imbalan dari kebiasaannya mengumandangkan azan.

Dream - Bajuri, warga Kampung Kauman, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, tengah diliputi kebahagiaan. Tidak hanya membayangkan, kini pria 76 tahun ini bisa menunaikan umroh ke Tanah Suci, hadiah dari seorang dermawan.

Sudah 20 tahun Bajuri mengumandangkan azan di Mushola Salafiyah. Tidak sepeserpun bayaran diterima. Bajuri melakukannya dengan ikhlas, mengharap ridho Allah SWT.

Pada Oktober 2017 lalu, Bajuri mengalami peristiwa yang luar biasa. Dia didatangi seseorang yang tidak dikenal, mengaku dari Jakarta. Ditanya beberapa hal, Bajuri lantas berangkat ke Tanah Suci beberapa pekan kemudian dengan bantuan pria itu.

Ceritanya, orang yang tidak dikenal itu sedang mencari muazin di mushola dan masjid di sekitar Banyuwangi. Targetnya adalah muazin yang tidak mendapatkan bayaran dari takmir masjid dan mushola.

Secara kebetulan, orang itu menghampiri Bajuri yang sedang ada di Mushola Salafiyah. Bajuri kemudian mendapat pertanyaan seputar berapa lama menjadi muazin dan apakah menerima upah.

1 dari 2 halaman

Jawaban Jujur Bajuri

Bajuri menjawab setiap pertanyaan dengan polos dan jujur. Tidak sedikitpun ada perasaan curiga pada orang tersebut.

" Saat itu saya menjawab apa adanya. Saya menjadi muazin sudah 20 tahun lebih di Mushola Salafiyah. Itu saya lakukan atas dasar ibadah dan tanpa pamrih mengharap honor," ujar Bajuri, dikutip dari Kabarbanyuwangi.info, Senin 12 Maret 2018.

Bajuri kemudian mendapat tawaran untuk menunaikan umroh dari orang yang menanyainya. Dia sempat tidak percaya dengan tawaran itu, sehingga tidak langsung mengiyakan.

" Saya waktu itu diberi waktu tiga hari untuk memikirkan jawabannya, karena jatah umroh tersebut hanya untuk saya pribadi, sementara istri saya tidak," kata dia.

Bajuri kemudian mengumpulkan keempat anaknya. Meminta pertimbangan. Dia sangat ingin pergi umroh bersama istrinya, Junaenah.

2 dari 2 halaman

Umroh bersama Istri

Musyawarah keluarga selesai. Keputusannya, Bajuri umroh bersama istrinya. Sedangkan biaya umroh Junaenah ditanggung oleh anak-anaknya.

" Saat itu tanya, untuk biaya umroh istri Rp20 juta. Semua biaya umroh istri saya ditanggung oleh anak-anak dan keluarga," kata Bajuri.

Tepat pada 1 November 2017, Bajuri bersama istrinya berangkat menuju Tanah Suci. " Kami melaksanakan ibadah umroh selama dua pekan bersama 52 orang jemaah dari daerah lain," tutur dia.

Dari 52 jemaah, 10 orang di antaranya berprofesi muazin seperti Bajuri. Seluruh biaya umroh ditanggung oleh dermawan asal Jakarta, diketahui bernama H Rais.

Selengkapnya...

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie