5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Www.pppa.or.id
Dream - Untuk mensyiarkan cinta Alquran, yayasan Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA) Daarul Quran pimpinan Ustad Yusuf Mansur menggelar ajang Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Quran (IMQ) V, yang akan digelar pada 25 Oktober 2014 di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.
Tidak hanya santri dari rumah tahfidz dan pesantren dari seluruh Indonesia yang akan hadir dalam gelaran akbar itu. Tapi tiga santri Graha Rumah Tahfidz Gaza juga akan hadir dalam acara kali ini.
" Acara ini akan bertambah lebih spesial lagi karena akan hadir juga bersama-sama kita santri dari Graha Tahfidz Gaza, yang belum lama terkena serangan bom Israel. Supaya kita juga tahu benar yang terjadi di Gaza. Yang punya dan nggak punya hapalan kumpul dah di GBK," ujar Ustad Yusuf Mansur pada Konferensi Pers Wisuda Akbar One Day One Ayat di Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an, Ketapang, Tangerang, semalam.
Untuk itu Ustad Yusuf mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk hadir di acara yang akan dihadiri Imam Masjid An Nabawi, Madinah, Syaikh Sa’ad Al-Ghamidi dan sejumlah ulama dan imam dari Timur Tengah.
Dilansir dari situs resmi Yayasan Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA) Daarul Quran, www.pppa.or.id, Abdillah Onim, Koordinator Graha Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia di Gaza melaporkan sejak jauh hari para santri telah diberi tahu akan ada utusan yang dikirim ke Indonesia untuk mengikuti kegiatan Wisuda Akbar.
Bahkan kabar ini juga telah disampaikan langsung kepada mantan Perdana Menteri Palestina Ustadz Ismail Haniyah. Namun, karena situasi politik, Ustad Ismail Haniyah urung datang ke Jakarta.
Para santri ini terpilih berangkat ke Jakarta setelah melalui seleksi ketat yang diikuti oleh lebih dari 80 orang santri DAQU Cabang Gaza. Proses seleksi dilakukan oleh para pengajar langsung dengan syarat santri memiliki hafalan 30 juz, kemampuan membaca Alquran yang baik serta memiliki wawasan agama yang luas serta harus menguasai sejarah masjid Al-Aqsha, mental yang baik dan berani tampil ceramah di hadapan puluhan ribu orang yang memadati GBK.
Dari proses ini terpilih 3 santri yakni Husen Albasliqy (15), Salem Emadduddien Al Amasy (12) dan Omar Muhammad Abu AlHusna (13). Mereka akan didampingi oleh Muhammad Qadouroh (24) selaku pengajar Graha Tahfidz Gaza.
Husen adalah anak yatim santri DAQU Gaza, ayah Husen wafat terkena serangan bom Israel saat beliau sedang dalam perjalanan untuk bekerja menjadi tukang cat rumah.
" Tidak mudah perjalanan untuk keluar dari Gaza, kami harus koordinasi ekstra dengan imigrasi di perbatasan Rafah, Pemerintah Mesir, dan lainnya. Alhamdulillah atas ijin Allah dibantu oleh KBRI Kairo dan KBRI Jordan prosesnya bisa selesai," kata Onim. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil