Ustad Yusuf Mansur: 3 Penghafal Quran Gaza Jadi Tamu Spesial

Reporter : Kusmiyati
Kamis, 23 Oktober 2014 10:31
Ustad Yusuf Mansur: 3 Penghafal Quran Gaza Jadi Tamu Spesial
Tiga santri Graha Rumah Tahfidz Gaza juga akan hadir dalam acara yang digelar di Gelora Bung Karno, Senayan pada Sabtu 25 Oktober 2014 nanti.

Dream - Untuk mensyiarkan cinta Alquran, yayasan Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA) Daarul Quran pimpinan Ustad Yusuf Mansur menggelar ajang Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Quran (IMQ) V, yang akan digelar pada 25 Oktober 2014 di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Tidak hanya santri dari rumah tahfidz dan pesantren dari seluruh Indonesia yang akan hadir dalam gelaran akbar itu. Tapi tiga santri Graha Rumah Tahfidz Gaza juga akan hadir dalam acara kali ini.

" Acara ini akan bertambah lebih spesial lagi karena akan hadir juga bersama-sama kita santri dari Graha Tahfidz Gaza, yang belum lama terkena serangan bom Israel. Supaya kita juga tahu benar yang terjadi di Gaza. Yang punya dan nggak punya hapalan kumpul dah di GBK," ujar Ustad Yusuf Mansur pada Konferensi Pers Wisuda Akbar One Day One Ayat di Pesantren Tahfidz Daarul Qur'an, Ketapang, Tangerang, semalam. 

Untuk itu Ustad Yusuf mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk hadir di acara yang akan dihadiri Imam Masjid An Nabawi, Madinah, Syaikh Sa’ad Al-Ghamidi dan sejumlah ulama dan imam dari Timur Tengah.

Dilansir dari situs resmi Yayasan Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA) Daarul Quran, www.pppa.or.id, Abdillah Onim, Koordinator Graha Tahfidz Daarul Qur'an Indonesia di Gaza melaporkan sejak jauh hari para santri telah diberi tahu akan ada utusan yang dikirim ke Indonesia untuk mengikuti kegiatan Wisuda Akbar.

Bahkan kabar ini juga telah disampaikan langsung kepada mantan Perdana Menteri Palestina Ustadz Ismail Haniyah. Namun, karena situasi politik, Ustad Ismail Haniyah urung datang ke Jakarta.

Para santri ini terpilih berangkat ke Jakarta setelah melalui seleksi ketat yang diikuti oleh lebih dari 80 orang santri DAQU Cabang Gaza. Proses seleksi dilakukan oleh para pengajar langsung dengan syarat santri memiliki hafalan 30 juz, kemampuan membaca Alquran yang baik serta memiliki wawasan agama yang luas serta harus menguasai sejarah masjid Al-Aqsha, mental yang baik dan berani tampil ceramah di hadapan puluhan ribu orang yang memadati GBK.

Dari proses ini terpilih 3 santri yakni Husen Albasliqy (15), Salem Emadduddien Al Amasy (12) dan Omar Muhammad Abu AlHusna (13). Mereka akan didampingi oleh Muhammad Qadouroh (24) selaku pengajar Graha Tahfidz Gaza.

Husen adalah anak yatim santri DAQU Gaza, ayah Husen wafat terkena serangan bom Israel saat beliau sedang dalam perjalanan untuk bekerja menjadi tukang cat rumah.

" Tidak mudah perjalanan untuk keluar dari Gaza, kami harus koordinasi ekstra dengan imigrasi di perbatasan Rafah, Pemerintah Mesir, dan lainnya. Alhamdulillah atas ijin Allah dibantu oleh KBRI Kairo dan KBRI Jordan prosesnya bisa selesai," kata Onim. (Ism)

Beri Komentar