Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anggia Mery Anjela
Dream - Meraih mimpi adalah hak setiap orang, termasuk Anggia Mery Anjela salah satu peserta Dream Girls 2015 asal Bogor ini. Sebenarnya menjadi tenaga kesehatan bukanlah impiannya karena ia takut terhadap jarum suntik, namun karena berani mencoba dan dijalani akhirnya jadilah Anggia sarjana kesehatan. Berikut kisah inspiratif dari Anggia. Bila Anda suka silahkan beri suara untuk Anggia DI SINI
Assalamualaikum. Hai teman-teman Dreamers, sang pejuang mimpi. Perkenalkan namaku Anggia Mery Anjela, sekarang aku berusia 21 tahun. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Menurutku, rasa takut sih wajar, tapi kalau rasa takut yang berlebihan itu tidak baik. Aku mau berbagi sedikit pengalaman aku, aku berharap semoga ada hikmah yang terkandung di dalam kisahku ini. Kejadiannya sudah agak lama, kira-kira tahun 2012. Waktu itu saya baru masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Jakarta jurusan analis kesehatan.
Awalnya sih saya kurang minat, karena sebenarnya saya adalah orang yang fobia, sudah begitu saya juga takut sekali dengan jarum suntik. Setelah berjalan perkuliahan selama dua semester, nah sudah mulai tuh mata kuliah yang berbau dengan kesehatan mulai dari spuit, feses, parasit dan sebagainya. Awalnya sih ngeri lihat jarum segede itu, pasti rasanya sakit apalagi kalau ingat zaman SD (gak mau ngebayangin deh). Tapi pas sudah nyobain ngambil darah, eh ketagihan. Banyak sensasinya, mulai dari tusuk menusuk antar temen, sampai akhirnya fobia sama jarum suntik hilang begitu saja.
Kenapa? Kok bisa hilang begitu saja? Jawabannya adalah mungkin karena terlalu asik mencoba hal yang baru kita lakukan. Bisa jadi karena tuntutan nilai, tapi itu hanya beberapa persen. Kalau menurut saya, rasa takut itu bisa hilang dimulai dari diri kita sendiri. Kalau kita menstimulan otak kita bahwa jarum itu sakit ya mau sampai kapan juga tetap saja sakit.
Sungguh sangat menarik bagi saya bisa menjadi tenaga medis seperti sekarang ini. Ya walaupun masih fresh graduate tapi tetap bangga lah. Mulai dari berhubungan langsung ke masyarakat, memberikan penyuluhan tentang kesehatan, membantu mendiagnosis, sampai tahu berbagai macam penyakit. Walaupun bukan dokter tapi saya tetap bangga dan senang hati bisa membantu masyarakat, bangsa, dan negara. Karena sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain. Semoga saya dan kita semua termasuk di dalamnya aamin.
Akhir kata, terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kedua orang tua saya, karena tanpa ridho dari orangtua mungkin saya tidak mungkin jadi orang yang seperti sekarang ini. Semoga saya, anda, kalian, kita semua bisa meraih impiannya masing-masing. Karena semua orang berhak mempunyai impian.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya