5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Aulia Dhila
Dream- Aulia Dhila. Hatinya terenyuh saat mengikuti sebuah acara bakti sosial di sebuah pondok pesantren. Dia melihat anak-anak yatim piatu begitu bahagia meski tidak memiliki orangtua.
Hatinya bertanya. Dan sebuah jawab pun dia dapatkan. Intinya, selalu bersyukur kepada Allah. Dari kejadian tersebut, Dhila selalu aktif dalam berbagai bakti sosial. Dengan kegiatan itu, peserta Dream Girls 2015 bisa instropeksi diri.
Berikut kisah inspiratif Aulia. Jika kalian terinspirasi, berikan vote untuk Aulia Dhila DI SINI.
Sabtu pagi itu, aku dan teman-teman anggota Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMAGARA) Universitas Sebelas Maret (UNS) telah bersiap untuk mengadakan kegiatan bakti sosial sebagai salah satu agenda program kerja kami. Kali ini, kami berkesempatan untuk bersilaturahmi di salah satu pondok pesantren terbuka bernama Al-Ahad Mojosongo.
Ini bukan sembarang Pondok Pesantren. Bagiku ini pondok pesantren yang spesial. Alasannya, pertama lokasinya terletak di sekitar perumahan warga yang notabene menengah ke atas. Kedua, pondok pesantren ini dikelola pribadi dan sukarela oleh bapak Kepala pondok pesantren.
Kemudian ketiga, ini menurut aku yang paling spesial karena pondok pesantren ini menampung adik-adik yatim piatu dan kurang beruntung lainya dari segi ekonomi.
Subhanallah, setibanya kami sampai di Pondok Pesantren AL-Ahad, kami langsung dipersilakan untuk berkumpul di langgar yang sekaligus menjadi tempat pertemuan. Kami melihat senyum ceria adik-adik dari pondok pesantren yang tidak sabar rasanya untuk berkenalan dengan kami.
Setelah acara pembukaan dan sambutan dari kami dan pengurus pondok pesantren, kami langsung mengajak adik-adik yang diasuh di pondok pesantren tersebut untuk bermain. Istilahnya outbond kecil-kecilan di sekitaran ponpes.
Kegiatan nya luar biasa menyenangkan, bisa berbagi sedikit keceriaan dan meninggalkan secuil kenangan di hati maupun ingatan adik-adik ini.
Saat riuhnya permainan dan canda tawa kami, saya jadi terfikirkan sesuatu. Kok bisa ya mereka tetap tersenyum padahal orangtuanya sudah tiada. Padahal usia mereka masih sekolah dasar.
Kok bisa ya mereka tetap tersenyum padahal mereka belum tentu berkecukupan dari segi materi. Kemudian, seketika kepalaku terus dipenuhi pertanyaan, kok bisa ya?
Lalu dalam sekejap juga saya menemukan jawabanya, yakni bersyukur. Itulah kuncinya. Melalui bakti sosial pada Sabtu pagi itu, adik-adik di pondok pesantren secara tersirat telah mengajarkan saya tentang rasa syukur.
Setiap detik saya mengeluh dan merasa kurang, saya selalu mengingat bahwa masih banyak sekali orang lain di sekitar kita yang jauh di bawah kita.
Mereka tidak pernah mengeluh, karena rasa syukur yang selalu dipanjatkan kepada sang pencipta. Seperti halnya di atas langit masih ada langit, di bawah tanah masih ada tanah. Allah you brought me home, I thank you with every breath I take.
Semoga di lain waktu saya berkesempatan untuk mengikuti aktivitas dan kegiatan sosial lainya.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?