Mimpi Makam Suami Kebanjiran, Istri Segera Bangun Pesantren

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 23 Juni 2017 18:03
Mimpi Makam Suami Kebanjiran, Istri Segera Bangun Pesantren
Dalam mimpi itu dia melihat makam sang suami...

Dream - Ny Sugiyatmi terperanjat. Sedang duduk-duduk di teras Masjid Maryam di samping rumahnya, tiba-tiba muncul Ustaz Yusuf Mansur. Da'i muda itu menggandeng seorang anak lelaki, tampaknya sang anak. Keduanya mengenakan pakaian ihram.

" Ayo, Bu," tiba-tiba si anak menggandeng tangan Ny Sugiyatmi. Mengajak jalan menuju makam suaminya di samping masjid. Ternyata makam itu kebanjiran.

Demikian mimpi aneh yang dialami oleh Sugiyatmi dua tahun lalu. Menurut perempuan 71 tahun itu, bunga tidur itu hadir lantaran lantaran dirinya memang ingin sekali bersua Ustaz Yusuf Mansur, yang baru dikenalnya sejak 2012.

" Setelah mengenalnya, saya senang membaca buku-bukunya. Lalu saya ingin sekali bertemu, untuk menyedekahkan apa yang saya punya," kenang pemilik Rumah Makan Taman Sari yang terkenal di Solo, Jawa Tengah, ini.

Dari mimpi itulah, Sugiyatmi lalu bertekad membangun pondok pesantren di sekitar masjid. Inilah cikal bakal markas Darul Qur'an Solo di areal seluas 3000 meter persegi.

Patungan dengan Ny Sindu, putrinya, Sugiyatmi membeli kapling tanah di sebelah masjid seharga Rp1,6 Miliar. Di atasnya lalu dibangun pondok. Peletakan batu pertama pada 3 September 2013 oleh Ustaz Yusuf Mansur. Persis dua tahun kemudian, 3 September 2015, pondok itu kelar.

Bangunan utama pondok tersebut, atas saran Adib Ajiputra, Pengusaha Solo, kawa Sugiyatmi, dinamakan Gedung Ismail.

" Kalau ditanya habisnya berapa buat membangun Gedung Ismail, saya enggak tahu. Pokoknya niat saya sedekah," kata Sugiyatmi sambil tersenyum.

Ia mengungkapkan, sebenarnya ingin membangun taman wisata di areal RM Taman Sari yang lahannya seluas 1 hektare. Sugiyatmi ingin orang yang bepergian bisa mampir makan sekalian berwisata. " Tapi saya dahulukan membangun pondok. Saya minta Ridha Allah sajalah."

Tak hanya bersedekah makan untuk penghuni pondok, Sugiyatmi juga juga turun tangan langsung mengajari santri untuk menjaga kebersihan dengan menyapu dan ngepel lantai.

" Saya ajarkan, sehabis makan piringnya dicuci langsung. Saya juga minta para santri mencuci baju sendiri. Akhirnya mereka bisa juga," tuturnya senang. 

* Dikutip dari buku " Dahsyatnya Sedekah 3" Yayasan Daarul Qur'an

Beri Komentar