Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Usianya masih 10 tahun, tapi Wasil Ahmad, bocah dari Provinsi Uruzgan, Afghanistan ini dianggap pahlawan karena ikut berperang menghadapi Taliban. Malang, bocah dengan pipi 'tembem' ini akhirnya tewas di tangan Taliban.
Wasil Ahmad sedang dalam perjalanan ke sekolah ketika Taliban menembaknya minggu ini. Rupanya Taliban ingin membalas dendam atas perannya dalam pertempuran melawan Taliban yang dilakukan milisi pemerintah di wilayah selatan Afghanistan.
Karier militer singkat dan kematiannya yang brutal menimbulkan kecaman dan kritik luas di negara yang merekrut anak-anak sebagai tentara itu. Kematian Wasil yang sia-sia diklaim sebagai kekejaman dari perang saudara.
" Mungkin dia mengangkat senjata untuk membalas dendam atas kematian ayahnya. Tapi itu melanggar hukum bagi polisi yang menyatakan dia sebagai pahlawan dan mengungkapkan identitasnya, terutama untuk para pemberontak," kata Rafiullah Baidar, juru bicara Komisi Hak Asasi Manusia Independen Afghanistan kepada Associated Press.
Kelompok penggiat HAM telah memperingatkan selama bertahun-tahun bahwa perekrutan tentara anak-anak marak terjadi di Afghanistan, khususnya di kalangan keluarga polisi dan pasukan milisi. Wasil diduga mendaftar menjadi pasukan milisi di sekolahnya yang merupakan tindakan yang tidak umum.
Ahmad menjadi semacam selebriti suram di Afghanistan setelah ia dilaporkan membantu milisi di Uruzgan Selatan saat melakukan pengepungan terhadap Taliban musim panas lalu.
Fotonya yang dipajang di media sosial memperlihatkan Ahmad dengan helm tentara yang kebesaran, sementara tangannya menggenggam kuat sebuah senapan otomatis yang juga tampak terlalu besar bagi tangannya yang kecil.
Dalam foto lainnya, dia berpose memakai seragam polisi yang terlihat kebesaran, sementara pejabat polisi menyematkan hiasan bunga plastik warna-warni di bahunya sebagai tanda kehormatan atas keberaniannnya.
Ahmad mengangkat senjata dengan pamannya Mullah Abdul Samad, seorang mantan pemberontak yang membelot ke pemerintah, setelah Taliban membunuh ayahnya dan kemudian melukai Samad.
Samad mengklaim bahwa keponakannya memimpin puluhan orang dewasa selama lebih dari satu bulan sambil menunggu yang lainnya pulih dari cedera. Dia bahkan telah menembakkan roket dari atap kepada pemberontak yang mengepung mereka di distrik Khas Uruzgan.
" Dia berjuang seperti sebuah keajaiban," kata Samad kepada New York Times. Ketika pengepungan berhasil, para milisi diterbangkan ke ibukota provinsi Tirin Kot, dimana Ahmad diarak di depan media.
Ahmad dikeluarkan dengan maksud untuk mengakhiri karier militernya, setidaknya untuk beberapa tahun. Dia harus kembali ke sekolah dan tinggal dengan keluarganya. Ahmad terus dielu-elukan karena inisiatif dan mimpinya untuk kembali ke medan perang.
" Di markas polisi, para pejabat terus membicarakan keberanian dan keteguhan hati Ahmad. Mereka bahkan membuat acara untuk menyambut Ahmad," kata kepala polisi provinsi, Mohammad Karim Khadimzai.
" Saya menentang langkah itu dan mengatakan kepada para pejabat tersebut bahwa daripada mendorongnya untuk perang dan merusak masa depannya, biarkan dia pergi ke sekolah. Dia terlalu muda untuk mengangkat senjata."
(Sumber: The Guardian)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya