Gadis Ini Tiap Hari Meringkuk di Bilik Telepon Umum, Rupanya..

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 16 November 2016 10:01
Gadis Ini Tiap Hari Meringkuk di Bilik Telepon Umum, Rupanya..
Xiaohua terpaksa melakukan hal itu karena harus menunggu kedua orangtuanya selesai kerja sebagai penyapu jalanan.

Dream - Setiap hari sepulang sekolah, Chen Xiaohua, 12 tahun, duduk di bilik telepon umum di pinggir jalan Kota Jiaxin, Sichuan, Tiongkok. Xiaohua menggunakan kursi di bilik itu sebagai meja, dan dia duduk di bangku kecil.

Dia menghabiskan waktu hingga malam hari di bilik telepon itu. Bukan untuk melamun, Xiaohua memanfaatkan penerangan bilik telepon tersebut untuk mengerjakan PR.

Xiaohua terpaksa menjalani kebiasaan ini karena harus menunggu kedua orangtuanya selesai kerja sebagai penyapu jalanan. Dia akan pulang mendekati larut malam bersama kedua orangtuanya.

Gadis itu ternyata telah terbiasa mengerjakan PR di bilik telepon. Aktivitas itu dia jalani sejak masih duduk di bangku kelas I Sekolah Dasar.

1 dari 2 halaman

Ketakutan....

Ketakutan.... © Dream

Ayah Xiaohua, Chen Fukang, mengaku, mereka berasal dari Anyue dan tinggal di Jiaxin dengan menyewa sebuah rumah. Fukang dan istrinya merasa khawatir meninggalkan Xiaohua sendirian di rumah.

Penyebabnya, rumah kontrakan yang mereka tinggali berada di tepi sungai. Banyak anak-anak jatuh ke dalam aliran air yang deras.

Sehingga, Fukang dan istrinya membiarkan anaknya belajar di dekat mereka, meski harus di sebuah bilik telepon umum.

" Saya ada pekerjaan tambahan pada pukul 22.00 malam, sementara istri saya harus bekerja di restoran pada pukul 20.00, setelah dia selesai menyapu jalanan," kata Fukang.

" Kami bekerja hingga larut. Ada sungai di sebelah rumah kontrakan kami. Banyak anak jatuh ke dalam sungai itu," ucap Fukang.

2 dari 2 halaman

Hanya Ada Satu Jalan

Hanya Ada Satu Jalan © Dream

Saban hari, Xiaohua dijemput oleh sang nenek. Lantas diantarkan ke bilik telepon itu. " Dia akan dijemput ibu mertua saya pada pukul 15.50 dan akan diantar ke bilik telepon di Jalan Zhongshan Timur," kata Fukang.

Fukang mengatakan, satu-satunya jalan untuk mengubah nasib mereka adalah melalui pendidikan. Dia berharap anaknya bisa terus mendapat pendidikan hingga perguruan tinggi.

" Saya berharap dia sampai ke perguruan tinggi. Setidaknya dia tetap bisa belajar dan dengan cara itu akan memberikan dia kelebihan saat bergaul dengan masyarakat," kata Fukang.

Sumber: mynewshub.cc

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More