Cuaca Ekstrem, Masjid-masjid di Inggris Tampung Tuna Wisma

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 5 Maret 2018 16:00
Cuaca Ekstrem, Masjid-masjid di Inggris Tampung Tuna Wisma
Jumlah tuna wisma di Inggris dan Irlandia diprediksi meningkat.

Dream - Sejumlah masjid di Inggris dan Irlandia membuka pintu untuk para tuna wisma. Keputusan itu diambil menyusul berlanjutnya musim salju ekstrem dengan temperatur hingga di bawah nol derajat Celcius.

Kekhawatiran terhadap para tuna wisma muncul pada Jumat pekan lalu setelah badan otoritas cuaca, Met Office, mengumumkan peringatan merah untuk musim salju. Ini merupakan peringatan tertinggi untuk kawasan barat daya Inggris dan selatan Wales.

" Temperaturnya cukup parah, jadi kami berpikir, 'Mengapa kami tidak melakukan sesuatu untuk membantu?'" ujar imam Masjid Makki yang terletak di utara Manchester, Rabnawaz Akbar, dikutip dari Aljazeera.

Dalam beberapa hari belakangan, banyak relawan mendirikan tenda di sekitar masjid. Mereka menyediakan makanan dan tempat berlindung dari untuk warga tuna wisma Manchester.

Tak hanya itu, masjid juha menawarkan fasilitas mandi untuk mereka yang mencari tempat tinggal. Karena masjid lebih banyak diurus Muslim asal Asia Selatan, maka makanan yang disajikan adalah menu Bangladesh dan Pakistan seperti nasi dan kari ayam.

Akbar mengatakan, jumlah tuna wisma di Manchester bertambah. Sayangnya, kata Akbar, banyak dari mereka tidak bisa mengakses dana sosial.

" Ini bukan sekadar tentang orang-orang yang tidak memiliki atap, ada sebagian dari mereka yang menderita sakit jiwa, menjadi korban kekerasan, pecandu narkoba, atau imigran tanpa dokumen, mereka tidak memiliki akses untuk mendapatkan dana sosial," kata Akbar.

Akbar mengeluhkan kebijakan pemotongan dana sosial yang diterapkan pemerintah setempat. Lantaran kebijakan tersebut, kini semakin banyak tuna wisma yang kehidupannya tidak terjamin.

" Untuk memastikan mereka tidak berada di jalanan, Anda butuh layanan dukungan di sekitar mereka, tidak sekadar memberi tempat menginap semalam," kata dia.

Jamie, salah satu tuna wisma yang tidur di masjid, merasa sangat berterima kasih. Meski ia adalah pecandu narkoba, pengurus masjid tetap mengizinkannya tinggal di dalam masjid sepanjang cuaca dingin masih berlangsung.

" Saya pecandu, saya tidak pernah berada di masjid sepanjang hidup saya," kata Jamie.

Jamie mengisahkan, dalam pikirannya kala itu hanya ada dua. Apakah dia bisa mendapat heroin atau tidak, sehingga bisa merasa tenang melewati malam.

Tetapi, tiba-tiba ada pria yang menghampirinya. Pria itu menawarkan dia untuk tinggal di masjid.

" Mereka membuat saya merasa disambut sangat hangat, memberi saya makanan, minuman, suatu hak dasar yang tidak bisa diberikan Dewan kepada kami," kata Jamie.

Jamie pun menyindir media yang selalu memberikan gambaran negatif tentang masjid. " Anda selalu mendapat stereotipe tentang masjid... Tidak semua orang seperti itu, saya tidak didorong untuk menjadi radikal. Hanya seperti, 'Apa kamu lapar? Kamu baik-baik saja?'," kata Jamie.

Tak hanya di Masjid Makki, sejumlah masjid besar juga melakukan hal serupa. Contohnya seperti Masjid Agung Leeds, Masjid Oldham, Masjid Finsbury Park, Masjid Canterbury, dan Masjid Dublin's Clonskeagh.

" Kami punya tidak pengamanan yang bertugas di malam hari, dan mengelola tim yang telah ditugaskan untuk memastikan ada cukup alat penghangat di dalam ruangan, terutama untuk tengah malam," kata Kepala bidang Kesejahteraan Masyarakat pada Pusat Kebudayaan Islam Irlandia, Summayah Kenna.

Inggris tengah dilanda musim dingin cukup ekstrem. Sedangkan jumlah tuna wisma kini semakin meningkat. Pada tahun ini, jumlah yang tercatat ada 5000 tuna wisma, meningkat dua kali lipat dibandingkan 2010 lalu.

Beri Komentar