Ilustrasi
Dream - Salahuddin Decero. Dia ini punya masa lalu yang sangat kelam. Saat usianya masih belasan, pria yang lahir dari keluarga Sicilia di Philadelphia, Amerika Serikat, ini sangat lekat dengan mariyuana, wanita, dan alkohol. Beruntung, dia kemudian menemukan damai dalam Islam.
“ Dari usia 13 sampai 17 tahun, kehidupan saya hanya dipenuhi beberapa hal. Perempuan, alkohol, mariyuana, kriminal, dan uang. Saya hidup di dunia yang nyaman,” kata Decero dkutip Dream dari On Islam, Minggu 19 Oktober 2014.
Dia bahkan tak ingat lagi kapan terakhir beribadah. Sebab, memang dia tak pernah pergi ke tempat ibadah agamanya. Kehadiran di tempat ibadah yang dia ingat adalah saat masih kecil. “ Ketika saya remaja, keluarga saya terguncang dan tak normal,” tutur Decero.
Keluarga yang rusak itu telah menyeretnya di kehidupan jalanan. Pergaulannya benar-benar rusak. Dia diperkenalkan kepada kehidupan yang benar-benar membingungkan.
Saat berusia 17 tahun, Decero menjadi jengah dengan gaya hidupnya yang kelam. Dia berniat untuk mengbah cerita hdupnya. Dia menyampaikan uneg-unegnya itu kepada seorang teman. Dan teman itu mengatakan bahwa Decero telah menemukan Tuhan.
“ Saya tertawa karena saya tidak percaya pada Tuhan sama sekali! Tapi sekali lagi dia bilang aku menemukan Tuhan. Saya pulang ke rumah malam itu dan merenung untuk mencoba kembali ke cara hidup biasa,” kenang Decero.

Sejak itu, Decero memeluk berbagai agama dan keyakinan. Dia bahkan menjadi pendeta dan biksu di Philadelphia. Dia kemudian hidup berpindah-pindah. Setelah di Philadelphia, dia habiskan tiga tahun di Minnesota. Kemudian dia belajar di Roma, Spanyol, Prancis, dan terakhir di Italia.
Jiwanya kembali terguncang ketika suatu hari dia bertemu seorang imam di sebuah masjid. Imam itu mempertanyakan keyakinan yang tengah dia jalani. Sang imam bertanya tentang Tuhan yang dia imani. Decero tak bisa menjawab pertanyaan itu.
Saat itulah dia mulai penasaran dengan agama Islam yang dianut oleh imam itu. “ Saya pulang setelah pembicaraan itu. Saya melewatkan semalam penuh untuk berpikir. Saya mulai membaca Alquran dan membaca dua kali berturut-turut. Saya mulai membaca biografi Muhammad, dan hadis yang saya sukai,” tutur Decero.
Dia juga mulai mencari tahu cara umat muslim beribadah. Setelah empat bulan melakukan pencarian, dia akhirnya menyimpulkan bahwa Islam adalah agama yang benar.
“ Jadi untuk pertama kalinya pada bulan November saya pergi ke sebuah masjid di Philadelphia dekat rumah ibu saya dan mengatakan kepada Imam saya ingin menjadi seorang muslim. Dia bertanya apa yang saya tahu tentang Islam dan saya berkata sedikit tahu,” kata dia.
“ Ketika saya menjadi seorang muslim, saya meminta Allah untuk membantu saya belajar Islam lebih dari saya pernah mengenal agama saya yang dulu dan Islam telah mengubah saya menjadi orang yang benar-benar saya inginkan,” tambah Decero.
Advertisement
Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Review Timbangan Digital MODENA Smart Body Scale untuk Tracking Progress Diet selama Ramadan


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


PMI Salurkan 1 Juta Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Mengenal Gini Index: Angka untuk Menghitung Ketimpangan Pendapatan

Tembus 21 Juta Views, “Kasih Aba-Aba 2.0” Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok untuk Sambut Shopee 9.9