Doa Ibu, Motivasi Hijaber Ini Jadi Lulusan Terbaik

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 6 November 2014 13:13
Doa Ibu, Motivasi Hijaber Ini Jadi Lulusan Terbaik
Keterbatasan ekonomi tidak lantas membuat Nida, si anak yatim putus asa.

Dream - Perjuangan Nida Fauziah menyelesaikan studinya di program studi Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad), demi membahagiakan ibunda, membuahkan hasil.

Gadis berhijab ini sukses menyelesaikan studinya. Ia lulus dengan masa studi 3 tahun 2 bulan dan tercatat sebagai Wisudawan Terbaik Program Sarjana pada Wisuda Gelombang I Unpad TA 2014/2015.

Selain lulus cepat, Nida pun memiliki IPK, 3,86. Semasa kuliah, ia merupakan mahasiswa penerima dana Bidikmisi, program bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi mahasiswa berprestasi namun tidak mampu secara finansial.

" Dulu mamah sempat bertanya darimana biaya untuk kuliah? Akhirnya ketika diterima di Unpad pihak fakultas mengajukan saya ikut Bidikmisi. Mamah pun mendukung," kenang gadis asal Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ini. 

Bungsu dari 2 bersaudara ini mengaku, di keluarganya hanya ia yang mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Selepas kepergian ayahnya, biaya sewaktu ia sekolah ditanggung oleh paman dan beberapa saudaranya. Namun, keterbatasan ekonomi tidak lantas membuat Nida putus asa.

Ia pun mantap meneruskan studi ke Unpad, kampus favoritnya sewaktu masih duduk di MAN Kiarakuda, Tasikmalaya. Ia pun rutin mengambil Semester Antara dan memilih konsentrasi Filologi, cabang ilmu sastra yang disukainya.

" Ada mitos kalau mahasiswa Filologi itu lulusnya lama. Namun, saya bisa membuktikan ke teman-teman bahwa mengkaji Filologi juga bisa cepat," kata Nida yang skripsinya meneliti tentang Naskah Sunda Wawacan Dewa Ruci.

Selama sebulan, Nida mengerjakan skripsinya meski sempat didera rasa bosan. Namun, target untuk bisa diwisuda pada bulan November terus membayanginya.

Doa dan dukungan sang ibu, hingga dukungan dosen dan teman-temannya di Sastra Sunda sangat membantunya untuk bisa menyelesaikan studi.

Fokus terhadap akademik tidak lantas membuatnya mengabaikan kegiatan berorganisasi. Nida pun aktif di Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda (Pamass) Unpad.

" Tentunya kita jangan lupa tujuan utama kita yaitu berkuliah. Seimbangkan saja antara kuliah dengan organisasi, jangan terlalu di-push di organisasi," ujar gadis kelahiran Ciawi, 21 Desember 1992.

Nida mengaku bangga bisa menyelesaikan studi di Unpad dan menyandang predikat sebagai wisudawan terbaik meski berasal dari keluarga yang tidak mampu.

(Ism, Sumber: Unpad.ac.id) 

Beri Komentar