Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nida Fauziah (Unpad.ac.id)
Dream - Perjuangan Nida Fauziah menyelesaikan studinya di program studi Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad), demi membahagiakan ibunda, membuahkan hasil.
Gadis berhijab ini sukses menyelesaikan studinya. Ia lulus dengan masa studi 3 tahun 2 bulan dan tercatat sebagai Wisudawan Terbaik Program Sarjana pada Wisuda Gelombang I Unpad TA 2014/2015.
Selain lulus cepat, Nida pun memiliki IPK, 3,86. Semasa kuliah, ia merupakan mahasiswa penerima dana Bidikmisi, program bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi mahasiswa berprestasi namun tidak mampu secara finansial.
" Dulu mamah sempat bertanya darimana biaya untuk kuliah? Akhirnya ketika diterima di Unpad pihak fakultas mengajukan saya ikut Bidikmisi. Mamah pun mendukung," kenang gadis asal Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ini.
Bungsu dari 2 bersaudara ini mengaku, di keluarganya hanya ia yang mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Selepas kepergian ayahnya, biaya sewaktu ia sekolah ditanggung oleh paman dan beberapa saudaranya. Namun, keterbatasan ekonomi tidak lantas membuat Nida putus asa.
Ia pun mantap meneruskan studi ke Unpad, kampus favoritnya sewaktu masih duduk di MAN Kiarakuda, Tasikmalaya. Ia pun rutin mengambil Semester Antara dan memilih konsentrasi Filologi, cabang ilmu sastra yang disukainya.
" Ada mitos kalau mahasiswa Filologi itu lulusnya lama. Namun, saya bisa membuktikan ke teman-teman bahwa mengkaji Filologi juga bisa cepat," kata Nida yang skripsinya meneliti tentang Naskah Sunda Wawacan Dewa Ruci.
Selama sebulan, Nida mengerjakan skripsinya meski sempat didera rasa bosan. Namun, target untuk bisa diwisuda pada bulan November terus membayanginya.
Doa dan dukungan sang ibu, hingga dukungan dosen dan teman-temannya di Sastra Sunda sangat membantunya untuk bisa menyelesaikan studi.
Fokus terhadap akademik tidak lantas membuatnya mengabaikan kegiatan berorganisasi. Nida pun aktif di Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda (Pamass) Unpad.
" Tentunya kita jangan lupa tujuan utama kita yaitu berkuliah. Seimbangkan saja antara kuliah dengan organisasi, jangan terlalu di-push di organisasi," ujar gadis kelahiran Ciawi, 21 Desember 1992.
Nida mengaku bangga bisa menyelesaikan studi di Unpad dan menyandang predikat sebagai wisudawan terbaik meski berasal dari keluarga yang tidak mampu.
(Ism, Sumber: Unpad.ac.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya