Teringat Pemulung Belia, Dokter Ini Rela Dibayar Sampah

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 29 Februari 2016 15:40
Teringat Pemulung Belia, Dokter Ini Rela Dibayar Sampah
Hati Gamal terketuk ketika mendengar kabar anak pemulung sampai meninggal karena diare dan tidak bisa berobat. Dia bersama beberapa temannya kemudian mendirikan Klinik Asuransi Sampah.

Dream - Sepintas tidak ada yang istimewa dengan Gamal Albinsaid, 26 tahun. Dia merupakan dokter muda lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Tetapi, ada hal yang membedakan dia dengan dokter-dokter muda lainnya. Jika kebanyakan dokter muda hanya mau dibayar dengan uang, Gamal menerima pembayaran biaya pengobatan dengan sampah.

Dokter muda ini punya alasan kenapa dia mau dibayar dengan sampah. Kisah seorang anak pemulung yang membuatnya terinspirasi.

Kala dia masih menjadi mahasiswa, Gamal tahu ada berita mengenai seorang anak yang disebut bernama Khairunnisa atau Nisa. Anak ini menderita diare.

Sang ayah yang hanya seorang pemulung tidak bisa membawanya berobat ke klinik atau rumah sakit. Alhasil, Nisa hanya mendapat pengobatan seadanya karena kekurangan biaya.

Suatu hari, Nisa ditemukan tergeletak di antara tumpukan sampah. Bocah itu tidak lagi bernafas. Dia meregang nyawa karena tidak kuat melawan diare yang dialaminya.

Berita itu membuat hati Gamal terketuk. Menyadari setiap orang punya hak yang sama untuk mendapat pelayanan kesehatan, Gamal bertekad membebaskan kaum miskin dari belenggu biaya kesehatan yang mahal.

Kesadaran itu membuat Gamal mengajak beberapa temannya mendirikan Klinik Asuransi Sampah. Setiap orang miskin yang menjadi anggota KAS mendapat jaminan berupa asuransi kesehatan.

Sistem KAS menerapkan pola pembayaran premi bukan berupa uang, melainkan sampah. Para anggotanya diminta untuk menyetorkan sampah yang sudah dipisah menjadi organik dan anorganik senilai Rp10.000.

Sampah organik kemudian diolah menjadi pupuk dan dijual seharga Rp7.000 per kilogram. Uang penjualan pupuk tersebut digunakan untuk biaya operasional KAS.

Meski dengan premi berupa sampah senilai Rp10.000, para anggota mendapatkan fasilitas kesehatan primer. Premi tersebut tidak hanya berlaku untuk penyakit ringan, para anggotanya pun bisa menikmati pelayanan kesehatan untuk sakit berat seperti darah tinggi, kencing manis, gangguan jiwa, infeksi, bahkan jantung.

Ide cemerlang Gamal membuat mata dunia terharu. Dia lalu diganjar sebagai peraih penghargaan Suistainable Living Youth Entrepeneurs 2014 dari Kerajaan Inggris dan berjabat tangan langsung dengan Pangeran Charles.

Selengkapnya...

Beri Komentar