Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kitab Sunan Ibnu Majah
Dream - Abu Abdullah Muhammad bin Yazid Al Rabai Al Qazwini, dikenal sebagai Ibnu Majah, merupakan salah satu ulama pelopor kajian hadis. Dia hidup hampir semasa dengan Bukhari, Muslim.
Ibnu Majah lahir di Qazwin, Iran, pada 209 H (824 M) dan meninggal pada Ramadan 273 H (886 M). Reputasinya dikenal berkat karyanya Sunan Ibnu Majah, yang merupakan salah satu dari enam kitab rujukan mengenai hadis Nabi.
Qazwin merupakan kota yang ditaklukkan Khalifah Usman bin Affan. Al Bara' ibn 'Azib menjadi gubernur pertama di kota itu pada 24 H atau 644 M.
Sejak saat itu, Qazwin menjadi pusat pengetahuan dan menjadi kota pengembangan sains. Kota ini dipenuhi aktivitas riset dan keilmiahan.
Selama masa hidup Ibnu Majah, Kekalifahan Abbasiyah tengah berada di masa kejayaan di bawah kepemimpinan Al Ma'mun.
Sejak usianya masih muda, Ibnu Majah suka berkumpul dengan para ulama, terutama penghafal hadis Nabi. Hal itu memberikan semangat bagi dia untuk berperjalanan ke berbagai negara untuk belajar pada sejumlah ulama lain.

Sembari menimba ilmu kepada para ulama di pelbagai negara, Ibnu Majah tak lupa untuk mengumpulkan hadis. Sejumlah kota yang didatangi Ibnu Majah seperti Kufah, Damaskus, Hijaz, Mesir, dan lain-lain.
Dia belajar pada sejumlah ulama seperti Muhammad ibn Muthanna yang dikenal sebagai Al Zaman, Abu Bakar Ibn Abi Shaybah, Muhammad Ibn Abdullah bin Nimar, serta ulama senior lainnya.
Ibnu Majah merupakan seorang penulis sekaligus pengajar. Selama 15 tahun pengembaraannya, dia memutuskan menetap di Qazwin untuk menulis, mengklasifikasikan, dan menarasikan hadis, yang telah menarik minatnya selama ini.

Orang-orang Qazwin menggambarkan Ibnu Majah sebagai sosok yang amanah, rujukan, dan berpengetahuan luas. Dia termasuk sosok ulama penting dalam bidang klasifikasi hadis.
Karyanya berupa Sunan Ibnu Majah merupakan satu dari enam kitab hadis Nabi dan dianggap paling penting dan paling terkenal. Kitab ini mengklasifikan banyak bidang dan memuat sekitar 4341 hadis.
Tetapi, ada sejumlah ulama yang meyakini sebagian hadis dalam kitab tersebut lemah atau tidak benar. Beberapa hadis dapat ditemukan di kitab lainnya.
Meski demikian, Ibnu Majah secara khusus memasukkan 1339 hadis yang hanya bisa ditemukan dalam kitab Sunan.
Apa yang membuat kitab Sunan Ibnu Majah berbeda dengan kitab kumpulan hadis lainnya yaitu Ibnu Majah mencantumkan penjelasan dan komentar dalam muatannya. Ulama lain seperti Al Sindi, Suyuti, Muhammad al Muntaki al Kashnawi dan lainnya banyak memberikan komentar dalam kitab ini.
(ism, Sumber: alarabiya)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya