Ibnu Majah, Pelopor Penyusunan Kitab Sunan

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 24 Juni 2017 03:12
Ibnu Majah, Pelopor Penyusunan Kitab Sunan
Sejak usianya masih muda, Ibnu Majah suka berkumpul dengan para ulama, terutama penghafal hadis Nabi.

Dream - Abu Abdullah Muhammad bin Yazid Al Rabai Al Qazwini, dikenal sebagai Ibnu Majah, merupakan salah satu ulama pelopor kajian hadis. Dia hidup hampir semasa dengan Bukhari, Muslim.

Ibnu Majah lahir di Qazwin, Iran, pada 209 H (824 M) dan meninggal pada Ramadan 273 H (886 M). Reputasinya dikenal berkat karyanya Sunan Ibnu Majah, yang merupakan salah satu dari enam kitab rujukan mengenai hadis Nabi.

Qazwin merupakan kota yang ditaklukkan Khalifah Usman bin Affan. Al Bara' ibn 'Azib menjadi gubernur pertama di kota itu pada 24 H atau 644 M.

Sejak saat itu, Qazwin menjadi pusat pengetahuan dan menjadi kota pengembangan sains. Kota ini dipenuhi aktivitas riset dan keilmiahan.

Selama masa hidup Ibnu Majah, Kekalifahan Abbasiyah tengah berada di masa kejayaan di bawah kepemimpinan Al Ma'mun.

Sejak usianya masih muda, Ibnu Majah suka berkumpul dengan para ulama, terutama penghafal hadis Nabi. Hal itu memberikan semangat bagi dia untuk berperjalanan ke berbagai negara untuk belajar pada sejumlah ulama lain.

Sunan Ibnu Majah© Al Arabiya

Sembari menimba ilmu kepada para ulama di pelbagai negara, Ibnu Majah tak lupa untuk mengumpulkan hadis. Sejumlah kota yang didatangi Ibnu Majah seperti Kufah, Damaskus, Hijaz, Mesir, dan lain-lain.

Dia belajar pada sejumlah ulama seperti Muhammad ibn Muthanna yang dikenal sebagai Al Zaman, Abu Bakar Ibn Abi Shaybah, Muhammad Ibn Abdullah bin Nimar, serta ulama senior lainnya.

Ibnu Majah merupakan seorang penulis sekaligus pengajar. Selama 15 tahun pengembaraannya, dia memutuskan menetap di Qazwin untuk menulis, mengklasifikasikan, dan menarasikan hadis, yang telah menarik minatnya selama ini.

Sunan Ibnu Majah© alarabiya.net

Orang-orang Qazwin menggambarkan Ibnu Majah sebagai sosok yang amanah, rujukan, dan berpengetahuan luas. Dia termasuk sosok ulama penting dalam bidang klasifikasi hadis.

Karyanya berupa Sunan Ibnu Majah merupakan satu dari enam kitab hadis Nabi dan dianggap paling penting dan paling terkenal. Kitab ini mengklasifikan banyak bidang dan memuat sekitar 4341 hadis.

Tetapi, ada sejumlah ulama yang meyakini sebagian hadis dalam kitab tersebut lemah atau tidak benar. Beberapa hadis dapat ditemukan di kitab lainnya.

Meski demikian, Ibnu Majah secara khusus memasukkan 1339 hadis yang hanya bisa ditemukan dalam kitab Sunan.

Apa yang membuat kitab Sunan Ibnu Majah berbeda dengan kitab kumpulan hadis lainnya yaitu Ibnu Majah mencantumkan penjelasan dan komentar dalam muatannya. Ulama lain seperti Al Sindi, Suyuti, Muhammad al Muntaki al Kashnawi dan lainnya banyak memberikan komentar dalam kitab ini.

(ism, Sumber: alarabiya)

Beri Komentar