Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Setiap Muslim tentu sangat ingin menunaikan ibadah haji. Saban tahun, jutaan Muslim di dunia berkumpul di Mekah dan Madinah untuk melaksanakan rukun Islam kelima itu.
Setiap peziarah memiliki pengalaman dan hikmat tersendiri. Seperti jemaah asal Malaysia bernama Mohamed Hadi AH ini.
Hadi menceritakan pengalamannya selama mabid (bermalam) di Mina. Bagaimana pengalaman Hadi selama menunaikan haji? Simak kisahnya berikut ini.
Kenangan berada di tenda di Mina. Tidak lebih baik dari pada kamp pengungsian. Sungguh tarbiyah ilahi, saya diserang siksaan dari langit.
Pengalaman di Mina seolah menghilangkan semua kenikmatan sebagai manusia. Beberapa dari kita mungkin tidak masalah jika tidak mendapat satu nikmat karena ada nikmat yang lainnya.
Tapi nikmat di Mina, Allah seolah telah mencabut semuanya.
© Dream
Mau makan? Anda memang bisa makan di Mina. Tapi maaf, 2.700 orang berbagi 40 toilet. Mau mengatur posisi makan, di depan Anda ada sepuluh orang yang menunggu giliran masuk ke toilet. Jadi lupakan makan.
Mau tidur? Memang bisa tidur tapi kaki beradu dengan kaki, kepala dengan kepala. Anda harus membungkuk di atas lutut sendiri agar tidak menendang orang lain. Jadi mau tidur pun, Allah tidak menghadirkan kenyamanan.
Mau mandi? Mau mandi bagaimana? Airnya selalu panas. Cuaca panas, airnya panas, di tenda panas. Allah seolah tak memberikan kesejukan.
Saat tidur, mandi, dan makan terasa tidak nyaman. Istirahat pun terganggu. Saat itulah Anda tahu siapa diri Anda sebenarnya.
© Dream
Selama istirahat saja, Anda bisa membaca Alquran satu atau dua jam sambil duduk di belakang AC. Tapi saat di Mina, mau baca satu halaman Alquran saja rasanya seperti perjuangan yang sangat berat.
Semuanya serba tidak nyaman di Mina. Allah memerintahkan Anda untuk berjalan sejauh 9 km sehari selama 3 hari (jika nafar awal) atau 4 hari (jika nafar tsani).
Sembilan kilometer sehari! Berjalan selama satu jam setengah atau tiga jam (tergantung arus lalu lintas peziarah).
Penat, lesu, pegal, kram, kaku, kusut masai semuanya bercampur jadi satu. Tidak peduli warna kulit, tua, muda, miskin, kaya semuanya pasti merasakan ketidaknyamanan di Mina.
Saat itulah Anda sadar bahwa manusia itu kecil dan lemah di sisi Allah.
(Sah/Sumber: siakapkeli.my)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari