Kenalkan Rick Mulia, Pegawai Twitter Pertama di Indonesia

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 29 Oktober 2014 15:30
Kenalkan Rick Mulia, Pegawai Twitter Pertama di Indonesia
Ia sudah 18 tahun berpetualang di dunia advertising, beberapa perusahan besar pernah menggunakan jasanya.

Dream - Nama Rick Mulia mungkin belum banyak diketahui orang Indonesia. Tapi kini sosoknya tengah menjadi sorotan lantaran perusahaan jejaring sosial, Twitter kepincut memakai jasa pria sebagai Business Head (Pemimpin Bisnis) untuk Twitter di Tanah Air.

Mengutip laporan Merdeka, Rabu 29 Oktober 2014, untuk sementara Rick berkantor di Twitter Singapura dan akan ke Jakarta saat kantor Twitter Indonesia telah dibuka, dalam beberapa bulan ke depan.

Lantas apa alasan Twitter memilih Rick?

Kiprah Rick di dunia teknologi advertising atau periklanan internasional cukup mumpuni. Ia sudah 18 tahun berpetualang di dunia advertising, beberapa perusahaan besar pernah menggunakan jasanya.

Sebelum bergabung dengan Twitter, ia sempat menjabat sebagai Chief Advertising & Sales Officer dengan situs pencarian wisata Wego. Di sana, ia membangun susunan teknologi iklannya dan melakukan investasi mendalam di program ruang iklan.

Sebelum Wego, Rick bekerja di Microsoft di mana ia membantu membangun kembali bisnis MSN di seluruh Asia Tenggara, membentuk kemitraan antara Microsoft & MediaCorp yang melahirkan Xinmsn, serta kolaborasi Microsoft dan Telkom Indonesia yang disebut PlasaMSN.
Tak hanya itu, Rick juga dikenal sebagai salah satu 'veteran' Yahoo! Asia Tenggara dan menjadi karyawan ketiga dari cabang perusahaan tersebut di Singapura di tahun 1988.

Rick yang memegang gelar Ekonomi & Seni dari Deakin University nantinya akan berusaha memanfaatkan kepopuleran Twitter di Indonesia untuk mendapatkan keuntungan lebih bagi jejaring sosial itu.

Dalam akun Twitter-nya, @RickMulia, ia memposting foto kartu namanya sebagai pegawai Twitter. " Better, more integrated shot of name card. #Simplicity," tulisnya singkat di caption foto tersebut.

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More