Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kareem Abdul-Jabbar (www.huffingtonpost.com)
Dream - Legenda basket Amerika Serikat, Kareem Abdul-Jabbar kembali angkat bicara setelah Charlie Hebdo mendapat serangan teror awal bulan ini.
Ia menyatakan, Islam adalah agama damai yang dimanfaatkan ekstrimis sebagai kedok untuk menutupi kejahatan mereka.
" Islam adalah agama damai, Islam tidak mentolerir pembunuhan tanpa alasan," kata Abdul-Jabbar kepada NBC melalui program 'Meet The Press' pada Minggu, 25 Januari 2015 lalu.
Mantan bintang NBA Muslim ini sempat dikritik setelah menyatakan serangan di Paris bukan tentang agama, namun 'tentang uang'.
Pendapatnya itu dikemukakan dalam sebuah wawancara dengan CNN dan editorial di Majalah Time.
" Perlu diketahui bahwa serangan teroris ini bukan tentang agama, kita harus mencapai titik di mana kita berhenti membawa Islam ke dalam diskusi ini. Aku tahu kita belum ada di sana karena banyak penduduk Barat tidak memahami agama Islam," Abdul-Jabbar menulis di Time.
Abdul-Jabbar blak-blakan mengatakan ia ingin Amerika memahami agamanya.
" Pengetahuan akan memungkinkan semua orang untuk memahami apa sebenarnya yang sedang kita hadapi," ujarnya.
Dia menyalahkan teroris yang tidak mewakili ajaran Islam, sehingga membuat umat Islam yang sebenarnya jadi sulit dipahami.
Meskipun semua pihak di AS telah menjelaskan bahwa ekstremis telah menyalahgunakan Islam, ia mengatakan bahwa Islamofobia masih meningkat di negaranya.
" Harus ada perubahan di negara-negara di mana orang-orang ini berasal, di mana mereka memiliki harapan, di mana mereka memiliki sesuatu untuk melihat ke depan dalam hidup mereka," kata Abdul-Jabbar.
" Sebagian besar orang-orang ini datang dari negara-negara di mana tidak ada cara yang mungkin bagi mereka untuk maju."
Dia menambahkan bahwa kelompok-kelompok kekerasan telah menggunakan Islam untuk melayani 'agenda politik' mereka.
Menurut Abdul-Jabbar, mereka menggunakan agama sebagai topeng untuk bertindak atas motif politik dan mencoba mengendalikan orang, sehingga menyebabkan semua kekacauan.
" Orang-orang harus memahami bahwa ada Muslim baik yang berada di sisi yang kita pahami sebagai aturan hukum, akal sehat dan kesopanan," kata dia.
(Ism, Sumber: OnIslam.net)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012