Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Ketika menikah, biasanya suami akan minta dilayani istrinya. Saat lapar, istri harus menyediakan makanan. Baju suami kotor, istri harus mencucinya.
Anggapan ini berlaku di sebagian besar masyarakat. Jika diperhatikan, suami memperlakukan istrinya mirip pembantu.
Apabila istri menolak melakukan seluruh pekerjaan domestik, klaim durhaka pada suami seketika muncul. Alhasil, perlakuan suami kepada istrinya tampak seperti menindas.
Lantas, bagaimana Islam memandang hal ini?
Dikutip dari rubrik Syariah Nahdlatul Ulama, anggapan di atas ditentang keras dalam Islam. Kedudukan wanita mendapat penghormatan cukup tinggi dalam ajaran Islam.
Para ulama Mazhab Syafi'i, Hambali, dan sebagian Maliki menyatakan istri tidak punya kewajiban untuk mengerjakan urusan domestik. Tetapi, lebih baik istri membantu suami mengurus masalah domestik. Sekali lagi, 'membantu'.
Hal ini diterangkan dalam kitab Al Mausu'ah Al Fiqhiyah.
"Jumhur ulama (Syafi'iyyah, Hanabilah, dan sebagian Malikiyah) berpendapat bahwa tidak wajib bagi istri membantu suaminya. Tetapi lebih baik jika melakukan seperti apa yang berlaku (membantu)."
Jikapun istri melakukan pekerjaan domestik dengan ikhlas, para suami harus menjelaskan hal itu bukanlah kewajibannya. Juga suami perlu menegaskan nafkah yang diberikan kepada istrinya bukan terkait pekerjaan domestik.
Kitab Khasyiyatul Jamal memuat penjelasan berikut.
"Wajib atau tidakkah bagi suami memberitahu istrinya bahwa sang istri tidak wajib membantu memasak, mencuci dan sebagainya sebagaimana yang berlaku selama ini? Jawabnya adalah wajib bagi suami memberitahukan hal tersebut, karena jika tidak diberitahu seorang istri bisa menyangka hal itu sebagai kewajiban bahkan istri akan menyangka pula bahwa dirinya tidak mendapatkan nafkah bila tidak membantu (mencuci, memasak dan lainnya). Hal ini akan menjadikan istri merasa menjadi orang yang terpaksa."
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire

Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin
