Mengapa Muharram Ditetapkan Sebagai Bulan Mulia? Ini Penjelasannya

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 22 September 2018 18:00
Mengapa Muharram Ditetapkan Sebagai Bulan Mulia? Ini Penjelasannya
Muharram termasuk bulan yang mengandung kemuliaan.

Dream - Dalam Islam dikenal empat bulan yang termasuk asyhurul hurum (bulan-bulan haram atau mulia) yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Empat bulan ini dipandang mengandung kemuliaan.

Di bulan-bulan ini, umat Islam selalu menjalankan sejumlah ibadah demi meraih keutamannya. Terutama pada Muharram, sebagian besar umat Islam melaksanakan puasa sunah Asyura dan memperbanyak amalan baik lainnya.

Dengan kata lain, umat Islam memberikan perlakuan khusus untuk Muharram. Semua dilakukan semata untuk mendapat ridha Ilahi.

Lantas, mengapa Muharram digolongkan ke dalam asyhurul hurum?

Dikutip dari Harakah Islamiyah, seluruh ketentuan dalam Islam dapat dibagi dalam dua karakter utama yaitu ketentuan berdasarkan pandangan logis yang bisa dipahami serta ketentuan yang merupakan hak sepenuhnya dari Allah SWT.

 

1 dari 2 halaman

Dua Ketentuan

Kedua ketentuan ini menuntut penyikapan yang berbeda. Ketentuan pertama lebih berkaitan dengan syariat yang umum berlaku, sedangkan ketentuan kedua menuntut ketaatan dan ketundukan semata tanpa perlu mempertanyakannya.

Pada ketentuan pertama, seorang Muslim bisa saja menyikapinya dengan cara mengkaji segala unsur yang ada di dalamnya. Kemudian, bisa jadi timbul perbedaan dalam penerapannya.

Sementara pada ketentuan kedua, seorang Muslim hanya butuh menjalankannya sebaik mungkin. Juga memaksimalkan usahanya untuk menggali makna di baliknya.

 

2 dari 2 halaman

Asyhurul Hurum

Terkait asyhurul hurum, hal ini termasuk ke dalam ketentuan kedua. Hanya Allah yang mengetahui alasan dimasukkannya Muharram ke dalam bulan-bulan haram tersebut.

Hal ini sama dengan pelaksanaan ibadah haji. Haji hanya bisa dilaksanakan pada bulan tertentu yaitu Dzulhijjah. Di luar itu, tidak dihitung haji.

Kita pun tidak bisa bertanya mengapa haji hanya boleh pada bulan tersebut. Kita juga tidak boleh mengubah syariat haji dengan melaksanakannya di bulan-bulan lain, berlawanan dengan ketentuan yang selama ini sudah dipahami.

Selengkapnya...

Beri Komentar