Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Dalam Islam dikenal empat bulan yang termasuk asyhurul hurum (bulan-bulan haram atau mulia) yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Empat bulan ini dipandang mengandung kemuliaan.
Di bulan-bulan ini, umat Islam selalu menjalankan sejumlah ibadah demi meraih keutamannya. Terutama pada Muharram, sebagian besar umat Islam melaksanakan puasa sunah Asyura dan memperbanyak amalan baik lainnya.
Dengan kata lain, umat Islam memberikan perlakuan khusus untuk Muharram. Semua dilakukan semata untuk mendapat ridha Ilahi.
Lantas, mengapa Muharram digolongkan ke dalam asyhurul hurum?
Dikutip dari Harakah Islamiyah, seluruh ketentuan dalam Islam dapat dibagi dalam dua karakter utama yaitu ketentuan berdasarkan pandangan logis yang bisa dipahami serta ketentuan yang merupakan hak sepenuhnya dari Allah SWT.
Kedua ketentuan ini menuntut penyikapan yang berbeda. Ketentuan pertama lebih berkaitan dengan syariat yang umum berlaku, sedangkan ketentuan kedua menuntut ketaatan dan ketundukan semata tanpa perlu mempertanyakannya.
Pada ketentuan pertama, seorang Muslim bisa saja menyikapinya dengan cara mengkaji segala unsur yang ada di dalamnya. Kemudian, bisa jadi timbul perbedaan dalam penerapannya.
Sementara pada ketentuan kedua, seorang Muslim hanya butuh menjalankannya sebaik mungkin. Juga memaksimalkan usahanya untuk menggali makna di baliknya.
Terkait asyhurul hurum, hal ini termasuk ke dalam ketentuan kedua. Hanya Allah yang mengetahui alasan dimasukkannya Muharram ke dalam bulan-bulan haram tersebut.
Hal ini sama dengan pelaksanaan ibadah haji. Haji hanya bisa dilaksanakan pada bulan tertentu yaitu Dzulhijjah. Di luar itu, tidak dihitung haji.
Kita pun tidak bisa bertanya mengapa haji hanya boleh pada bulan tersebut. Kita juga tidak boleh mengubah syariat haji dengan melaksanakannya di bulan-bulan lain, berlawanan dengan ketentuan yang selama ini sudah dipahami.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?