Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Instagram @wahyu_fajar_dwiyana)
Aksi heroiknya membela seorang warga yang dianiaya komplotan preman di Jalan Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat, mendapatkan pujian dari banyak orang.
Dream - Sosok Sertu Wahyu Fajar Dwiyana, anggota Kopassus dari Satuan 81 / Penanggulangan Teror menjadi buah bibir wargnet, setelah aksi heroiknya membela seorang warga yang dianiaya komplotan preman di Jalan Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat.
Tak cuma memiliki keberanian dan nyali besar, prajurit yang bertugas di Makopassus Cijantung itu juga memiliki wajah tampan. Ia sesekali memposting kegiatannya saat tengah menjalankan tugas. Penasaran?
Berikut ini foto-foto Sertu Wahyu Fajar Dwiyana di akun instagram-nya:
Dia dikenal...
© Dream
© Dream
Dream - Aksi heroik ditunjukkan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Sertu Wahyu Fajar Dwiyana. Berkat keberaniannya, delapan pria mabuk yang tengah menganiaya seorang warga di Jalan Tanjung Sari, Sumedang berhasil dilumpuhkan.
Kepala Penerangan Kopassus Letkol Inf Joko Tri Hadimantoyo menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pukul 20.30 WIB, Kamis 25 Mei lalu, seorang anggota Kopassus, Sertu Wahyu Fajar Dwiyana (27 tahun), sebenarnya membantu seorang warga yang dikeroyok sekelompok pemuda mabuk.
Dikutip dari laman Fajar.co.id, prajurit yang bertugas di Makopassus Cijantung itu kebetulan sedang izin cuti untuk melangsungkan pernikahan. Sekitar pukul 20.00 WIB malam, ia keluar rumah membeli lampu.
Namun, saat perjalanan pulang berkendara sepeda motor di Jalan Tanjung Sari, Sertu Wahyu melihat warga pengendara motor yang sedang melintas dihadang dan dikeroyok brutal oleh sekelompok pemuda mabuk.
Wahyu Fajar spontan turun dari motornya. Ia awalnya mengimbau secara baik-baik agar para pemuda yang berjumlah delapan orang itu tidak melanjutkan aksinya.
Tapi rupanya...
© Dream
Tidak terima dengan teguran yang dilakukan Sertu Wahyu Fajar, kedelapan pemuda tersebut berbalik berusaha mengeroyok Sertu Wahyu, meskipun ia sudah mengaku anggota TNI.
Selanjutnya terjadi perkelahian tidak seimbang. Sertu Wahyu Fajar Dwiyana mampu membela diri dan berhasil memukul roboh salah satu pengeroyok sehingga tergeletak di jalan. Sementara tujuh pemuda lainnya melarikan diri ke berbagai arah.
Satu pengeroyok yang berhasil diringkus dibawa ke Koramil Tanjung Sari Sumedang dengan korban pengendara motor sebagai saksi. Pelaku pengeroyokan yang berhasil dilumpuhkan diserahkan ke Polsek Tanjung Sari untuk diperiksa dan menjalani proses hukum lebih lanjut.
© Dream
Dream - Pratu Asmujiono sudah melewati `Zona Kematian`. Saat empat jam menjelang pencapaian Puncak Mount Everest, seluruh Rakyat Indonesia mendoakannya.
Akhirnya sang prajurit mencapai Puncaknya. Asmujiono menjadi orang Indonesia, Asia tenggara dan Islam pertama yang mencapai Puncak tertinggi di Dunia, Mount Everest.
Saat sampai di Puncak hanya satu keinginanya. Bukan meneriakkan kecintaannya terhadap Indonesia, melainkan mengumandangkan azan dan bertakbir.
Asmujiono berani membuka masker oksigennya hingga mengakibatkan 1/4 otaknya membeku. Dia juga mengalami sinus akut sepulang melakukan pendakian.
Dari hasil pemerikasaan Medis, seluruh Dokter di Dunia terheran, Pratu Asmujiono masih Hidup dan sehat. Jika orang lain, mungkin sudah tewas karena pembekuan Otak.
Dokter Akbar mengatakan : "Asmujiono, diselamatkan Oleh Allah, karena keberaniannya mengumandangkan Takbir, Memuji kebesaran Allah SWT di Puncak Negeri Para Dewa, tanpa dia menghiraukan keselamatan Jiwanya."