Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Sebagai pembuka tahun, Muharram dikenal sebagai bulan haram. Di masyarakat Indonesia, bulan ini dikenal dengan nama Suro.
Penamaan ini mengacu pada kalender Islam Jawa. Kalender ini merupakan penggabungan antara kalender Hijriah dengan penanggalan kuno yang dipakai masyarakat Nusantara.
Ada sebagian masyarakat kemudian meyakini Suro adalah bulan keramat. Ada juga yang memandang menikah di bulan ini adalah terlarang, benarkah demikian?
Dikutip dari bincangsyariah, sebenarnya tidak ada dalil khusus mengenai waktu yang tepat untuk menikah dalam Islam. Jikapun ada, maka hanya menyebut Syawal sebagai bulan yang disunahkan untuk menikah.
Sementara di bulan-bulan lain termasuk Muharram, tidak ditemukan dalil anjuran menikah. Demikian pula, tidak ada dalil yang melarangnya.
Dream - Syeikh Shalih Al Munajjid menjelaskan menikah pada Muharram tidaklah makruh apalagi haram. Ada beberapa alasan yang dikemukan Syeikh Al Munajjid.
Alasan pertama, amalan yang tidak ada dalil pada dasarnya boleh dilakukan. Hal ini sesuai kaidah ushul fikih berikut.
" Hukum asal dari kebiasaan dan perilaku (manusia) adalah boleh, selama tidak ada dalil yang mengharamkannya."
Sehingga, menikah di bulan Muharram tentu dibolehkan. Ini sesuai dengan ketentuan asalnya.
Kedua, kebolehan menikah saat Muharram merupakan hasil ijtimak (kesepakatan) jumhur ulama. Setidaknya, hingga saat ini belum ada ulama yang berbeda pandangan mengenai kebolehan ini.
Alasan ketiga, Muharram merupakan bulan yang dimuliakan Allah SWT. Hal ini disebutkan dalam hadis riwayat Muslim.
" Berpuasa yang paling afdlal (utama) setelah bulan Ramadan adalah (berpuasa) di bulan Allah, bulan Muharram."
Tiga alasan di atas tidak menyebutkan adanya hal negatif di bulan Muharram. Sehingga, menikah di bulan Suro bukanlah persoalan.
(ism)
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym


5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?