Meniru Cara Berbicara Rasulullah SAW

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 2 September 2018 18:01
Meniru Cara Berbicara Rasulullah SAW
Rasulullah tidak pernah membentak orang lain.

Dream - Rasulullah Muhammad SAW adalah manusia terpilih. Sebab, Rasulullah memiliki tugas begitu besar dari Allah SWT.

Selain diutus untuk menyebarkan Islam, Rasulullah juga mendapat tugas dari Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak. Caranya dengan mencontohkan perilaku baik serta tutur kata yang sopan.

Untuk tugas ini, Rasulullah telah dibekali dengan perilaku terpuji dan memiliki tutur kata yang halus. Ini agar semua manusia dapat melihatnya, untuk selanjutnya dicontoh dalam perilaku masing-masing orang.

Bahkan ketika berbicara, Rasulullah selalu menggunakan bahasa yang indah dan gaya bicara yang santun. Rasulullah juga sampai membuat julukan-julukan indah untuk tiap sahabatnya, hingga istri-istrinya.

Banyak sekali riwayat yang menyebutkan karakter Rasulullah SAW. Salah satunya kepada Aisyah RA, istrinya.

Setiap kali memanggil Aisyah, Rasulullah selalu menggunakan julukan 'Wahai Humaira' yang berarti kemerah-merahan. Rasulullah memuji istrinya yang memiliki pipi kemerah-merahan.

Juga seperti kisah dari Anas bin Malik RA yang menjadi asisten Rasulullah. Anas sudah merawat Rasulullah sejak kecil sehingga benar-benar tahu karakter Sang Nabi.

Selama mendampingi Rasulullah, Anas tidak pernah dibentak maupun dimaki dengan kasar. Meskipun Anas melakukan kesalahan, Rasulullah menegurnya secara lembut dan santun.

Selengkapnya...

(ism)

1 dari 2 halaman

Sisi Maskulin Aisyah, Istri Rasulullah

Dream - Aisyah binti Abu Bakar merupakan wanita yang memiliki tempat istimewa di hadapan Rasulullah Muhammad SAW. Selain sebagai istri, Aisyah banyak berperan sebagai penyambung dakwah Rasulullah.

Kaligrafi Rasulullah SAW© ist

Setiap Rasulullah berdakwah, Aisyah selalu menemani. Bahkan Aisyah menjadi gurubagi para wanita di zaman Rasulullah.

Aisyah kerap menyampaikan sejumlah hadis yang didapat dari Rasulullah. Selain hadis mengenai persoalan umum, Aisyah banyak menyampaikan hadis mengenai rumah tangga dan kaum wanita.

Ada kisah yang menarik soal sosok Aisyah. Kisah ini merupakan percakapan antara Abu Abdullah Al Husein bin Ahmad bin Sa'dan, menteri pada Dinasti Buwaihi dengan ulama Abu Hayyan Al Tauhidi yang terjadi beberapa ratus tahun sepeninggal Aisyah.

"  Apakah ada perempuan yang menjadi laki-laki?" tanya Abu Abdullah.

"  Abu Sa’id Al Sairafi menceritakan kepadaku bahwa Aisyah binti Abu Bakar pernah disebut sebagai laki-laki Arab (rajulah al 'arab),"  jawab Abu Hayyan.

Maksud dari 'laki-laki Arab' bukan wanita yang berperilaku seperti laki-laki. Tetapi, perempuan yang memiliki kecerdasan dan keberanian seperti laki-laki, bisa disebut maskulin.

Sayangnya, Abu Hayyan melanjutkan seperti ucapan Abu Sa'id, kesan maskulin dalam diri Aisyah diabaikan oleh orang-orang asing.

"  Demi Tuhan, dia (Aisyah) benar-benar begitu. Saya pernah mendengar orang mengatakan, 'Kalau saja ayahnya punya anak laki-laki seperti dia (Aisyah) niscaya dia tidak akan berbuat apa-apa di hadapannya (Aisyah)."

Abu Hayan Al Tauhidi dalam Al Imta' wa al Muanasah menjelaskan Aisyah pernah menyampaikan hadis tentang akhlakul karimah.

"  Ada sepuluh akhlak karimah: jujur dalam ucapan, terbuka terhadap orang lain, menjaga amanat (kepercayaan), silaturahmi, menyampaikan kebaikan, memperhatikan tetangga, memperhatikan teman, membayar layak para pekerja, menjamu tamu dan paling penting adalah memiliki rasa malu (untuk berbuat jahat)."

Selengkapnya...

(ism)

2 dari 2 halaman

Jangan Bahas Topik Obrolan Ini dengan Suami, Rasul Melarang

Dream - Salah satu sarana menjaga keharmonisan suami istri adalah perbincangan hangat. Aktivitas ini bisa meningkatkan rasa cinta pasangan suami istri.

Ilustrasi© shutterstock

Segala macam topik bisa menjadi bahan pembicaraan. Termasuk juga lingkungan kerja.

Terkadang, para istri kerap membincangkan teman atau atasan perempuannya. Tanpa sadar, mereka menceritakan kebaikan hati wanita lain di hadapan suaminya.

Jika kamu juga terbiasa dengan hal itu, sebaiknya tidak dilanjutkan. Mengapa demikian?

Dikutip dari Islami.coIslam ternyata melarang seorang istri menceritakan wanita lain kepada suaminya. Baik itu kebaikan, kecantikan, maupun sifat-sifat wanita lain tersebut.

Cerita tersebut berpotensi membuat suami jatuh hati pada wanita lain itu. Bisa jadi suami sampai membayangkan wanita yang menjadi teman istrinya.

Rasulullah Muhammad SAW melarang hal ini dalam hadis riwayat Muslim, Abu Daud, dan Ahmad.

" Janganlah seorang istri mendeskripsikan sosok dan sifat perempuan lain di depan suaminya, seakan ia langsung melihatnya."

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda,

" Janganlah seorang istri menceritakan seorang perempuan lain lalu menyifati (kecantikan) perempuan itu kepada suaminya seakan-akan ia melihatnya."

Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan hikmah di balik larangan tersebut. Menurut Ibnu Hajar, larangan itu bertujuan agar siami tidak tertarik pada wanita lain yang diceritakan istrinya.

Sebab, jika sampai tertarik dikhawatirkan hati suami tergerak untuk menceraikan istrinya. Setelah itu menikahi perempuan yang diceritakan.

Tetapi, bukan berarti istri terlarang sepenuhnya. Wanita lain boleh diceritakan istri kepada suaminya berdasarkan batasan tertentu.

Selengkapnya...

Beri Komentar