Mereka Menjanda Sampai Akhir Hayat

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 4 November 2017 12:00
Mereka Menjanda Sampai Akhir Hayat
Semua karena pernikahan ilegal lewat sindikat yang tidak terdaftar.

Dream - Janda sampai akhir hayat. Itulah status yang membayangi para wanita Malaysia yang melangsungkan pernikahan ilegal di Thailand, apabila mereka bercerai.

Dikutip dari Harian Metro, Jumat 3 November 2017, risiko itu harus ditanggung lantaran mereka menikah melalui sindikan perkawinan di Thailand. Celakanya, sindikat ini tidak terdaftar di departemen urusan agama Malaysia.

Situasi tersebut telah menyulitkan para wanita untuk mendapatkan status perceraian yang sah. Akibatnya, mereka akan kesulitan untuk menikah lagi.

Sejumlah besar korban sindikat ini adalah pasangan muda yang sangat ingin menikah karena hubungan mereka tidak direstui keluarga.

Jumlah maskawin yang terlalu tinggi juga merupakan faktor ketidakmampuan pengantin pria dalam memenuhi tuntutan keluarga calon istri mereka. Alhasil, mereka memilih menikah di Thailand.

1 dari 2 halaman

Untung Besar Sindikat

Menurut sejumlah laporan, sindikat tersebut dapat menghasilkan keuntungan hingga puluhan ribu ringgit. Mereka mengenakan tarif antara 3.500 hingga 5.000 ringgit, setara Rp11 juta hingga Rp16 juta untuk masing-masing pasangan.

Dengan alasan meringankan beban pasangan yang tidak memiliki paspor untuk masuk Thailand, sindikat tersebut mengatur pernikahan dengan modin yang tidak terdaftar. Akad nikah dijalankan di beberapa lokasi di perbatasan Kelantan, Malaysia dengan Thailand.

2 dari 2 halaman

Kondisinya Mengkhawatirkan

Komite Komunikasi dan Multimedia Negara Bagian dan Tugas Khusus Negara, Ghazali Taib, mengatakan, status pernikahan ilegal di Thailand menyebabkan banyak wanita di Kelantan tidak dapat menikah lagi. Hal itu disebabkan sulitnya mendapatkan status perceraian yang sah dari pengadilan syariah dan departemen agama.

Tak hanya itu, pernikahan ilegal menimbulkan banyak masalah lain. Termasuk sulitnya mendapatkan surat keterangan lahir anak, kartu identitas dan status kewarganegaraan.

" Karena itu, sebuah pertemuan akan diadakan antara pemerintah negara bagian dan kantor keagamaan di Songkhla, Narathiwat, Pattani dan Bangkok pada pertengahan bulan ini. Pertemuan itu untuk membahas masalah tersebut demi kepentingan kedua belah pihak," kata Ghazali.

Beri Komentar