Muslim Australia Tuntut Perubahan Undang-Undang Jilbab

Reporter : Eko Huda S
Jumat, 25 Maret 2016 18:02
Muslim Australia Tuntut Perubahan Undang-Undang Jilbab
Tuntutan itu dikeluarkan setelah kasus penarikan jilbab seorang Muslimah saat naik bus di Churchill Road.

Dream - Pemimpin komunitas Muslim di Australia Selatan, Shaikh M Tawhidi, menuntut perubahan undang-undang tentang jilbab di wilayah itu. Dia meminta para Muslimah yang mengenakan jilbab mendapat perlindungan. Tak didiskriminasi.

Tuntutan itu dikeluarkan setelah kasus penarikan jilbab seorang Muslimah saat naik bus di Churchill Road, oleh pemuda dari Kilburn, Adelaide, pada 16 Maret. Tak hanya penarikan hijab, Muslimah itu diduga juga mendapat intimidasi.

Yang lebih disayangkan lagi, polisi membebaskan pria 27 tahun yang bertindak agresif itu. Pemuda itu dibebaskan dengan dalih Muslimah itu tak terluka secara fisik dan pria itu dijadwalkan untuk muncul di Pengadilan Negeri pada 18 April.

Sebagaimana dikutip Dream dari ABC Radio Australia, Kamis 24 Maret 2016, Shaikh Tawhidi mengatakan, para imam berjuang “ keras untuk mereformasi komunitas Muslim Australia Selatan menjadi sebuah komunitas yang toleran.”

Dia menyebut, insiden di bus itu telah memprovokasinya untuk membuat pernyataan, memeringatkan Pemerintah Australia untuk meninjau undang-undang tentang jilbab.

“ Kilburn, Prospect dan sekitarnya memiliki populasi Muslim yang besar,” kata dia.

“ Jika undang-undang pemerintah tak mencegah serangan seperti itu, maka saya takut bahwa suatu hari akan tiba masanya ketika komunitas Muslim mungkin menyelesaikan masalah sendiri untuk melindungi perempuan dan ibu mereka.”

Menurut dia, tindakan seperti ini, dan keputusan non-strategis bisa memicu reaksi dari keluarga korban yang akan menghasilkan kekerasan. Jaksa Agung Australia Selatan belum memberikan komentar. (Ism)

Beri Komentar