6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Muslimah Australia
Dream - Pemimpin komunitas Muslim di Australia Selatan, Shaikh M Tawhidi, menuntut perubahan undang-undang tentang jilbab di wilayah itu. Dia meminta para Muslimah yang mengenakan jilbab mendapat perlindungan. Tak didiskriminasi.
Tuntutan itu dikeluarkan setelah kasus penarikan jilbab seorang Muslimah saat naik bus di Churchill Road, oleh pemuda dari Kilburn, Adelaide, pada 16 Maret. Tak hanya penarikan hijab, Muslimah itu diduga juga mendapat intimidasi.
Yang lebih disayangkan lagi, polisi membebaskan pria 27 tahun yang bertindak agresif itu. Pemuda itu dibebaskan dengan dalih Muslimah itu tak terluka secara fisik dan pria itu dijadwalkan untuk muncul di Pengadilan Negeri pada 18 April.
Sebagaimana dikutip Dream dari ABC Radio Australia, Kamis 24 Maret 2016, Shaikh Tawhidi mengatakan, para imam berjuang “ keras untuk mereformasi komunitas Muslim Australia Selatan menjadi sebuah komunitas yang toleran.”
Dia menyebut, insiden di bus itu telah memprovokasinya untuk membuat pernyataan, memeringatkan Pemerintah Australia untuk meninjau undang-undang tentang jilbab.
“ Kilburn, Prospect dan sekitarnya memiliki populasi Muslim yang besar,” kata dia.
“ Jika undang-undang pemerintah tak mencegah serangan seperti itu, maka saya takut bahwa suatu hari akan tiba masanya ketika komunitas Muslim mungkin menyelesaikan masalah sendiri untuk melindungi perempuan dan ibu mereka.”
Menurut dia, tindakan seperti ini, dan keputusan non-strategis bisa memicu reaksi dari keluarga korban yang akan menghasilkan kekerasan. Jaksa Agung Australia Selatan belum memberikan komentar. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
