Bisakah Puasa Tasu`a Diganti Puasa Asyura Plus 11 Muharram?

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 20 September 2018 08:00
Bisakah Puasa Tasu`a Diganti Puasa Asyura Plus 11 Muharram?
Umat Islam mungkin lebih akrab dengan anjuran puasa Tasu'a dan Asyura.

Dream - Hari ini, sebagian umat Islam tengah melaksanakan puasa Asyura. Puasa sunah ini dianjurkan Rasulullah Muhammad SAW karena ada banyak keutamaan di hari kesepuluh Muharram.

Tetapi, puasa Asyura hendaknya dibarengi dengan puasa tasu'a pada tanggal 9 Muharram. Ini dimaksudkan agar umat Islam tidak meniru kaum Yahudi dan Nasrani.

Mungkin ada sebagian dari kita yang tidak sempat melaksanakan puasa Tasu'a. Kemudian, mereka memilih melaksanakan puasa Asyura dan puasa pada 11 Muharram.

Apakah hal ini dibolehkan? Berikut penjelasannya.

 

1 dari 1 halaman

Puasa 11 Muharram Juga Sunah

Dikutip dari NU Online, persoalan ini dibahas oleh Syeikh Zainuddin bin Abdul Aziz Al Malibari dalam kitab Fathul Mu'in.

" (Disunahkan) puasa hari Asyura, yaitu hari 10 Muharram karena dapat menutup dosa setahun lalu sebagai hadits riwayat Imam Muslim. (Disunahkan) juga puasa Tasu‘a, yaitu hari 9 Muharram sebagai hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, ‘Kalau saja aku hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa tasu‘a.’ Tetapi Rasulullah SAW wafat sebelum Muharram tahun depan setelah itu. hikmah puasa Tasu‘a adalah menyalahi amaliyah Yahudi. Dari sini kemudian muncul anjuran puasa hari 11 Muharram bagi mereka yang tidak berpuasa Tasu‘a. Tetapi juga puasa 11 Muharam tetap dianjurkan meski mereka sudah berpuasa Tasu‘a sesuai hadits Rasulullah SAW."

Dari penjelasan Syeikh Al Malibari disebutkan amalan sunah di bulan Muharram adalah puasa 9 dan 10 Muharram yang lebih dikenal dengan puasa Tasu'a dan Asyura. Tetapi, Syeikh Al Malibari juga menegaskan puasa 11 Muharram juga disunahkan bagi mereka yang tidak sempat menjalankan puasa Tasu'a

Sedangkan Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad Dimyathi dalam I'anatut Thalibin menjelaskan puasa 11 Muharram tetap disunahkan meskipun seseorang sudah melaksanakan puasa Tasu'a.

" Maksud (perkataan, ‘bahkan sekalipun ia telah memuasakannya) bahkan tetap dianjurkan puasa 11 Muharram sekalipun ia telah berpuasa pada Tasu‘a 9 Muharram. Maksud (perkataan ‘sesuai hadits Rasulullah SAW perihal ini’) adalah sesuai hadits yang menganjurkan puasa pada 11 Muharram setelah puasa 9 dan 10 Muharram. Sabda Rasulullah SAW perihal ini diriwayatkan Imam Ahmad bin Hanbal yang berbunyi, ‘Puasalah kalian pada Asyura (10 Muharram). Berbedalah dari kaum Yahudi dengan berpuasa sehari sebelum dan sesudahnya.’ Hal ini tersebut di Syarhur Raudh. Di sini disebutkan bahwa Imam As-Syafi‘i mencantumkan anjuran puasa tiga hari ini di kitab Al-Umm dan Al-Imla' sebagai dikutip Syekh Abu Hamid dan ulama lain."

Meski ada perbedaan, dua penjelasan di atas menyebut puasa 11 Muharram tetap merupakan kesunahan.

Selengkapnya...

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya