Foto Ilustrasi (Saudi Gazette)
Dream - Yasmeen Muhammad al-Maimani menjadi wanita Saudi kedua yang meraih lisensi pilot komersial dari Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA). Dia menyusul Hanadi Zakaria Al-Hindi, yang menjadi wanita Saudi pertama jadi pilot maskapai penerbangan komersial. Yasmeen mendapat lisensi untuk terbang di atas udara Arab Saudi awal tahun ini.
Kapten Al-Maimani mendapat lisensi pilot swasta pada 2010 dari Yordania. " Mimpi saya adalah untuk menerbangkan pesawat di udara Arab Saudi. Saya berharap Saudi Arabian Airlines memberi saya kesempatan ini sekarang. Saya bahkan sudah berlisensi GACA," kata Al-Maimani dikutip Dream.co.id dari laman Alarabiya, Selasa 24 Juni 2014.
Pada 2010, Al-Maimani kembali ke Saudi dan bekerja untuk Rabigh Wings Aviation Academy selama satu tahun. Kemudian dia mendapat tawaran dari Aerosim Flight Academy di Amerika untuk menjadi duta mereka di Timur Tengah. Akademi ini juga memberinya beasiswa untuk belajar dan mendapatkan lisensi autopilot komersial. Dia menerima tawaran itu dan akhirnya pergi ke Florida.
Kemudian ia kembali ke Saudi dan bekerja sebagai operator penerbangan di Perusahaan Nexus dan juga lulus ujian GACA.
Industri penerbangan berkembang pesat di Timur Tengah. Para ahli memperkirakan dunia akan kekurangan pilot pesawat seiring dengan penambahan 5000 pesawat di tahun-tahun mendatang. Sebagian besar dari mereka percaya bahwa dalam 15 tahun ke depan, kebutuhan pilot akan mendekati hampir dua kali lipat dari yang dibutuhkan sekarang.
Saat ini ada dua akademi penerbangan di Arab Saudi. Rabigh Wings Aviation Academy di sebelah barat laut kota Jeddah dan Saudi Aviation Flight Academy (SAFA) yang terletak di Bandara Thumamah dekat Bandara Internasional King Khaled di Riyadh.
Biaya mendapatkan lisensi pilot komersial sekitar SR300.000 (Rp960 juta). Beberapa siswa yakin bahwa biaya ini relatif lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa akademi penerbangan di luar negeri. Namun, pelatihan di dalam negeri menghemat biaya perjalanan dan akomodasi selain mereka juga dekat dengan keluarga dan teman-teman.
Segera setelah pilot baru mendapatkan lisensinya, mereka harus memperbanyak jam terbang. Hal ini biasanya dilakukan dengan beberapa cara seperti menjadi pilot pesawat wisatawan di sekitar akademi, melakukan survei udara untuk organisasi tertentu atau menjadi instruktur penerbangan.
Untuk alasan keamanan, maskapai besar membutuhkan pilot yang memiliki setidaknya 1500-2000 jam terbang. Mereka akan mengabaikan pelamar yang hanya mempunyai 300 jam terbang meski memegang lisensi komersial.