Sisi Maskulin Aisyah, Istri Rasulullah

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 26 Agustus 2018 18:03
Sisi Maskulin Aisyah, Istri Rasulullah
Aisyah adalah wanita yang aktif berkegiatan, terutama ketika mendampingi Rasulullah berdakwah.

Dream - Aisyah binti Abu Bakar merupakan wanita yang memiliki tempat istimewa di hadapan Rasulullah Muhammad SAW. Selain sebagai istri, Aisyah banyak berperan sebagai penyambung dakwah Rasulullah.

Setiap Rasulullah berdakwah, Aisyah selalu menemani. Bahkan Aisyah menjadi guru bagi para wanita di zaman Rasulullah.

Aisyah kerap menyampaikan sejumlah hadis yang didapat dari Rasulullah. Selain hadis mengenai persoalan umum, Aisyah banyak menyampaikan hadis mengenai rumah tangga dan kaum wanita.

Ada kisah yang menarik soal sosok Aisyah. Kisah ini merupakan percakapan antara Abu Abdullah Al Husein bin Ahmad bin Sa'dan, menteri pada Dinasti Buwaihi dengan ulama Abu Hayyan Al Tauhidi yang terjadi beberapa ratus tahun sepeninggal Aisyah.

" Apakah ada perempuan yang menjadi laki-laki?" tanya Abu Abdullah.

" Abu Sa’id Al Sairafi menceritakan kepadaku bahwa Aisyah binti Abu Bakar pernah disebut sebagai laki-laki Arab (rajulah al 'arab)," jawab Abu Hayyan.

Maksud dari 'laki-laki Arab' bukan wanita yang berperilaku seperti laki-laki. Tetapi, perempuan yang memiliki kecerdasan dan keberanian seperti laki-laki, bisa disebut maskulin.

Sayangnya, Abu Hayyan melanjutkan seperti ucapan Abu Sa'id, kesan maskulin dalam diri Aisyah diabaikan oleh orang-orang asing.

" Demi Tuhan, dia (Aisyah) benar-benar begitu. Saya pernah mendengar orang mengatakan, 'Kalau saja ayahnya punya anak laki-laki seperti dia (Aisyah) niscaya dia tidak akan berbuat apa-apa di hadapannya (Aisyah)."

Abu Hayan Al Tauhidi dalam Al Imta' wa al Muanasah menjelaskan Aisyah pernah menyampaikan hadis tentang akhlakul karimah.

" Ada sepuluh akhlak karimah: jujur dalam ucapan, terbuka terhadap orang lain, menjaga amanat (kepercayaan), silaturahmi, menyampaikan kebaikan, memperhatikan tetangga, memperhatikan teman, membayar layak para pekerja, menjamu tamu dan paling penting adalah memiliki rasa malu (untuk berbuat jahat)."

Selengkapnya...

(ism)

Beri Komentar
Sidang Sengketa Piilpres Mendengarkan Saksi dari KPU