Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rancangan Nurma Hauri Di Jakarta Fashion Week 2015. (Jakartafashionweek.co.id)
Dream - Dituntut tampil sempurna di hadapan banyak orang menjadi beban tersendiri untuk para model di pekan mode terbesar di Asia Tenggara, Jakarta Fashion Week 2015. Kecantikan yang terpancar di wajah para model tidak didapat begitu mudah. Butuh perjuangan yang tidak sebentar.
" Mau lelah harus tetap beraura cantik agar busana yang dibawakan juga bagus," kata model cantik Aisya Adiputri saat berbincang dengan Dream.co.id.
Bagi Aisya, menjadi model harus 'sempurna'. Apalagi saat menampilkan busana perancang yang sudah top. " Kita sebagai model harus membawakan busana desainer itu ya sesempurna mungkin," ujar dia.
Senada dengan Aisya, Eveline, model cantik asal Singapura menghadapi tantangan besar untuk bisa didapuk menjadi model di ajang Jakarta Fashion Week. Tampil di JFW menjadi lonjakan karir tersendiri bagi Eveline.
" Ini pengorbanan yang bukan sebentar. Harus benar menjaga kesehatan badan dan wajah. Saya sebagai model menantikan ajang besar ini. Penantiannya lama dari proses audisi sampai pengumuman bisa berbulan-bulan, ini tantangan besar," kata Eveline.
Eveline sendiri sudah berkecimpung di dunia model sejak berusia 15 tahun di kampung halamannya. Namun di usianya yang ke-17, wanita kelahiran Desember 1986 ini memilih Indonesia sebagai rumah kedua. Eveline yang sudah tiga kali mengikuti ajang JFW ini menilai, orang-orang Indonesia menyenangkan dan ramah.
" JFW bisa dibilang memiliki arti sendiri buat kami para model. Menjadi pintu gerbang untuk bisa keliling dunia bersama desainer hebat, karena ini ajang bertaraf internasional," kata Eveline usai menjadi model dari koleksi desainer hijab Jenahara ini.
Menurut Director Creative JFW, Diaz Persada model menjadi bagian terpenting dalam ajang fashion show. " Mereka kan membawakan baju desainer yang sudah dibuat sebaik mungkin. Kalau pembawaan model tidak bagus ya sayang sekali nanti akan berpengaruh ke bajunya," kata Diaz kepada Dream.co.id. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya