Tugas Berat Polwan Berhijab Jaga Masjid Nabawi

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 5 September 2014 06:03
Tugas Berat Polwan Berhijab Jaga Masjid Nabawi
Kesulitan terbesar polisi wanita di Masjid Nabawi adalah berurusan dengan pengunjung perempuan yang menderita masalah mental.

Dream - Polisi wanita Arab Saudi memiliki tugas berat dalam menjaga Masjid Nabawi di Madinah. Selain membantu orang tua dan orang sakit, mereka juga memandu jamaah, menindak pencopet, memisahkan perkelahian antara pengunjung.

Bahkan membantu menemukan gadis yang berlindung di dalam Masjid Nabawi setelah melarikan diri dari keluarga mereka.

Namun, " Kesulitan terbesar polisi wanita di Masjid Nabawi adalah berurusan dengan pengunjung perempuan yang menderita masalah mental," kata kepala kantor polisi perempuan di Masjid Suci.

Polwan yang bertugas di Masjdi Nabawi, Thamra Al-Shehri mengatakan berurusan dengan orang seperti itu membutuhkan banyak kearifan dan kesabaran. " Setelah kami berhasil mengendalikan mereka, kita menyerahkannya kepada petugas yang bersangkutan untuk membawa mereka pulang," kata dia dikutip Dream.co.id dari laman Saudi Gazette, Jumat 4 September 2014.

Para petugas perempuan juga bertanggung jawab menindak pencopet dan pengemis serta pembantu rumah tangga yang melarikan diri.

Mereka harus memastikan bahwa situasi di dalam masjid tetap aman dan terkendali. Juga harus memastikan tidak ada yang menimbulkan bahaya bagi pengunjung perempuan lainnya.

Sering kali polisi khusus itu membantu mencari anak perempuan yang melarikan diri dari keluarga mereka dan berlindung di Masjid Nabawi.

" Setelah kami menerima laporan seorang gadis melarikan diri, kami mengirim petugas di seluruh bagian perempuan masjid untuk menyisir daerah tersebut dan mencari gadis itu," ujar Al-Shehri.

" Ketika kita menemukan mereka, kami menghubungi orangtua mereka dan menyerahkannya."

Kadang-kadang mereka juga harus bertindak bijak ketika dua pengunjung perempuan di dalam masjid tengah terlibat pertengkaran masalah barang bawaan.

Biasanya mereka berasal dari negara berbeda. Para polisi wanita tersebut harus bisa melerai dan mendamaikan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. " Jika masalah ini tidak bisa diselesaikan di kantor saya, saya merujuk ke kantor polisi pusat untuk mengambil tindakan yang diperlukan," imbuhnya.

Setiap barang jamaah yang hilang dan ditemukan di lantai masjid akan diserahkan ke kantor polisi perempuan.

Jika pemilik tidak dapat ditemukan dalam waktu satu bulan, barang akan dikirim ke Security Forces Command di mana mereka akan dijual dan uangnya diberikan kepada orang miskin.

Brigadir Jenderal Muhammad Al-Ahmadi, komandan pasukan keamanan, mengatakan ada 30 polisi wanita yang bertanggung jawab untuk keamanan bagian perempuan. (Ism)

Beri Komentar