Instagram @zahrenaa
Dream - Memiliki area dengan atap terbuka di bagian tengah rumah jadi pilihan bagi mereka yang ingin mendapat pencahayaan alami. Tak hanya itu, bisa juga jadi sumber pertukaran udara yang maksimal.
Kondisi atap terbuka ini memang cukup bisa memenuhi kebutuhan cahaya alami dan ventilasi, tapi kekurangannya adalah saat hujan bisa membasahi seluruh sudut. Begitu juga saat panas terik. Jika Sahabat Dream ingin membuat area terbuka di tengah rumah, atap geser dengan remote mungkin bisa jadi solusi.
Akun TikTok dan Instagram @zahrenaa membagikan ide atap geser di rumahnya yang bisa dibuka tutup dengan remote. Idenya ini kemudian viral dan membuat penasaran banyak orang. Area samping rumah @zahrenaa memang sengaja dibuat semi terbuka dengan atap transparan.

" Fungsi buka tutup atap otomatis dirumah smarthome, check! Untuk pencahayaan sinar matahari langsung masuk. Sirkulasi udara. Bukaan besar, Jadi bikin rumah ga pengap. Air hujan bisa masuk yang pasti nya bikin rumah jadi lebih dingin. Sekalian siram tanaman juga," tulis @zahrenaa.
© Dream
Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan, atap cukup dibuka dan tutup pakai remote yang dihubungkan dengan Wifi. Ia menggunakan mesin otomatis untuk pagar, harganya sekitar Rp3 juta, sudah termasuk rel dan juga modul wifi.

" Jadi bisa diatur jarak jauh lewat smartphone," ujar @zahrenaa dalam videonya.
© Dream
Untuk membuat atap praktis ini, @zahrenaa juga menuliskan material yang digunakannya. Ia menggunakan bahan kaca " tempered glass" dengan ketebalan 6mm untuk atap 3x4 meter.
Dipasang juga stiker kaca sanblas agar tak terlalu silau saat siang. Sementara untuk penyangganya menggunakan besi hollow galvanis. Total untuk membuat atap sekitar Rp13 jutaan. Lihat videonya.
View this post on Instagram
© Dream
Dream - Memiliki area tanah penuh dengan tanaman hijau di rumah bagi sebagian orang merupakan barang 'mewah'. Keterbatasan lahan, membuat banyak orang akhirnya memangkas area halaman untuk dijadikan kamar.
Sebuah ide unik dikembangkan dua arsitek yang berbasis berbasis di Beijing dan Austria, Chris Precht dan Dayong Sun of Penda. Mereka sedang membang " Rumah Yin & Yang" di Jerman tengah.
Terinspirasi oleh simbol Yin dan Yang, duo arsitek ini menggunakan dua struktur yang saling terkait untuk menciptakan ruang atap maksimum di area terbatas. Hal ini memungkinkan pemilik rumah untuk tetap bisa berkebun di atap rumah.
Dalam sebuah wawancara dengan Dezeen baru-baru ini, salah satu pendiri Penda mengatakan bahwa desain itu diimpikan untuk sebuah keluarga muda yang ingin hidup di luar pemukiman dan mempertahankan gaya hidup mandiri dengan menanam makanan mereka sendiri.
© Dream
Artinya, atap rumah akan jadi sumber pangan dan akan ditanami buah buah, sayur, dan rempah untuk makanan sehari-hari.
" Setiap kali arsitek merancang sebuah bangunan, mereka mengambil area yang dulunya milik alam. Kami mencoba memberikan ruang ini kembali di atap," kata pihak dari Dayong Sun of Penda.
Jadi para arsitek memvisualisasikan desain atap bertingkat terinspirasi oleh bentuk gunung dan lembah. Termasuk area tanam dan rumah kaca untuk memungkinkan keluarga menanam makanan sepanjang tahun.
Atap dibuat sisi miring untuk mengumpulkan dan menarik air hujan ke tangki. Nantinya air tersebut disimpan dan digunakan untuk menyirami tanaman. Ide brilian, bukan?
Sumber: Dezeen