Dampak Buruk Stres dan Sedih Saat Hamil Hingga Melahirkan, Ibu Harus Bahagia Ya!

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Minggu, 4 Desember 2022 13:40
Dampak Buruk Stres dan Sedih Saat Hamil Hingga Melahirkan, Ibu Harus Bahagia Ya!
Selama masa kehamilan, banyak perubahan yang terjadi pada wanita, mulai dari fisik hingga psikis, serta yang tidak tampak, yaitu perubahan hormonal

Dream - Ungkapan bahwa ibu bahagia akan menciptakan generasi penerus yang sehat dan hebat bukan tanpa alasan. Kita juga sering mendengar seorang ibu yang sedang hamil agar tidak terlalu banyak pikira, stres, atau bersedih karena akan mempengaruhi jabang bayi di dalam kandungan.

Berbagai permasalahan memang bisa mengintai para bumil jika menjalan proses kehamilan tanpa kebahagiaan. Yang paling mencemaskan adalah ibu yang tidak kunjung bahagia setelah melahirkan akan berujung pada terganggunya tumbuh kembang anak, bahkan dapat membahayakan dirinya sendiri sekaligus sang anak. 

“ Selama masa kehamilan, banyak perubahan yang terjadi pada wanita, mulai dari fisik hingga psikis, serta yang tidak tampak, yaitu perubahan hormonal,” jelas dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, Sp.OG., pada keterangan tertulis Ulang Tahun Teman Bumil yang diterima Dream.

1 dari 5 halaman

Pada trimester pertama, hormon yang meningkat dalam tubuh wanita antara lain hormon estrogen dan progesteron. Ditambah lagi, ada pula hormon kehamilan yang muncul, yakni hormon beta chorionic gonadotropin (beta hCG), yang kerap mengakibatkan mual dan muntah.

“ Makanya enggak heran trimester pertama sekitar 75-80% ibu hamil pasti mual. Nah, yang 20% enggak mual atau istilahnya hamil kebo,” tambah dr. Dara.
 
Ketiga hormon tersebut sangat berpengaruh terhadap perubahan psikis ibu hamil, sehingga jadi lebih sedih, menangis, dan gampang marah-marah. Ini selaras dengan survei yang dilakukan oleh Teman Bumil terhadap 1.504 ibu hamil, 64,6% mengaku lebih mellow dan sering sedih, sementara 38,4% mengaku jadi lebih stres selama hamil.
 
Selain masalah hormonal, ada beberapa faktor eksternal yang menjadi pemicu ibu hamil tidak bahagia atau stres.

Saat ditanyakan oleh Teman Bumil, kondisi finansial yang belum stabil (44,3%) berada di urutan pertama. Kemudian, disusul dengan masalah kehamilan yang cukup mengganggu (35,8%), belum atau sulit menyiapkan biaya persalinan (23,9%), masih harus bekerja atau mengurus seluruh pekerjaan rumah tangga sendirian (21,5%), dan menjalani kehamilan sambil mengurus anak (20,7%).

2 dari 5 halaman

Dampak bagi Janin Bila Ibu Tidak Bahagia

Meski kebanyakan terjadi di trimester pertama, kondisi psikis yang naik turun juga bisa berlanjut sampai trimester kedua, bahkan trimester ketiga. Hal yang paling mengganggu di trimester kedua, biasanya terkait dengan perubahan bentuk fisik. Sementara di trimester ketiga, ibu hamil kerap stres terkait proses persalinan yang akan ditempuhnya kelak.

Walau hormon berperan besar, kesedihan pada ibu hamil tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Istimewa© Istimewa

“ Dampak secara tidak langsung itu ada, ya. Contohnya, ibu-ibu yang bersedih berkepanjangan berpotensi mengalami persalinan prematur. Bisa juga, anaknya kecil. Kita istilahkan BBLR (bayi berat lahir rendah),” tambah dr. Dara.
 
Saat para ibu hamil sedih dan banyak pikiran, mereka bisa jadi malas makan atau makan tidak teratur. Akibatnya, janin menjadi kekurangan nutrisi lalu mengalami BBLR.

Ada pula yang sampai tidak menjaga kebersihan diri, yang berisiko tubuh terpapar banyak bakteri. Bakteri pun bisa masuk dari vagina ke dalam rahim, lalu menginfeksi selaput ketuban, yang memperbesar potensi mengalami ketuban pecah dini dan persalinan prematur.

3 dari 5 halaman

Setelah Melahirkan, Kebahagiaan Ibu Juga Perlu Diperhatikan

Setelah melahirkan pun kondisi psikis ibu tidak boleh diabaikan. Jika selama hamil hormon ibu mendadak meningkat, maka seusai bersalin hormon mendadak menurun, yang membuat perasaan jadi tidak menentu. Kondisi ini kita kenal dengan baby blues.

Dari 1.259 partisipan survei Teman Bumil yang memiliki anak 0-5 tahun, sebanyak 44,3% mengatakan mereka mengalami baby blues.

“ Baby blues, bisa terjadi 2-3 hari setelah melahirkan lalu berlanjut hingga kurang lebih 2 minggu. Normalnya ini akan hilang. Namun bila diabaikan, dapat berlanjut menjadi depresi postpartum. Ini cukup berbahaya karena ibu dapat melakukan hal-hal yang bisa membahayakan dirinya sendiri maupun sang anak,” tambah dr. Dara.

4 dari 5 halaman

Pentingnya Support System agar Ibu Bahagia

Istimewa© Istimewa

Berdasarkan survei yang dihimpun oleh Teman Bumil, 92,8% ibu hamil butuh dukungan suami dan orang terdekat agar bahagia selama menjalani kandungannya.

Sementara kelompok ibu yang memiliki anak usia 0-5 tahun butuh curhat ke suami atau orang terdekat (24,7%) dan minta tolong menjaga anak mereka sebentar (31,4%) ketika kewalahan dan stres. Sebanyak 98,1% bahkan merasa perlu me time. Itu tandanya, sejak kehamilan hingga merawat anak, ibu butuh support system yang baik.
 
Menurut dr. Dara, ibu memang sesekali perlu meluapkan apa yang dirasakannya kepada orang di sekitarnya. Ia pun menyarankan, mereka perlu memahami kondisi sang Ibu, yang tentunya tidak mudah dan banyak tantangan.

5 dari 5 halaman

Teman Bumil Hadirkan Komunitas untuk Para Ibu di Ulang Tahun Kelima

“ Di zaman ini, support system tidak selamanya datang dari orang-orang terdekat yang ada di depan mata, melainkan juga bisa hadir secara digital. Selain bisa mendapatkan informasi, ibu bisa bergabung di komunitas supaya merasa tidak sendirian,” jelas dr. Dara.

Melihat betapa pentingnya support system di dalam kehidupan ibu, aplikasi kehamilan dan parenting Teman Bumil, yang telah mendampingi perjalanan ibu dan ayah Indonesia selama lima tahun penuh, pun memberikan inovasi terbaru di tahun ini, yaitu meluncurkan fitur Komunitas sebagai a Happy Space for Mums.
 
“ Pemilihan slogan berupa Teman Setia Mums di ulang tahun yang kelima bukanlah suatu kebetulan karena Teman Bumil sendiri memegang komitmen untuk senantiasa memberikan support system terbaik bagi Mums dan si Kecil,” ungkap Ruth Retno Dewi, Chief Strategy Officer Teman Bumil pada keterangan yang sama.
 
Ruth menjelaskan, saat ini, para ibu bisa bergabung di Komunitas Teman Bumil melalui aplikasi maupun WhatsApp Group. Ada pula beragam program di dalam Komunitas Teman Bumil, seperti sesi edukasi secara langsung dan gratis dengan para ahli, salah satunya melalui fitur Media Chat Live.
 
Jadi, dengan kehadiran fitur Komunitas ini, ibu di Indonesia bisa mendapatkan edukasi dan informasi seputar masa persiapan kehamilan, kehamilan, persalinan, menyusui, hingga tumbuh kembang anak 0-5 tahun, bersosialisasi dan saling belajar dari sesama ibu, menjadi sarana aktualisasi diri, serta yang terpenting, berkesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
 
Di tahun 2022 Teman Bumil pun memperbarui fitur Rekam Medis di aplikasi dengan mengikuti kurva pertumbuhan WHO, bekerja sama dengan bidan dan BKKBN untuk mengurangi angka stunting, serta menyediakan fitur untuk Mums berbelanja.

Setiap transaksi yang dilakukan, para ibu akan mendapatkan cashback dari Teman Bumil. Mereka juga akan mendapatkan poin setiap menggunakan aplikasi teman Bumil, yang bisa ditukarkan.

Aplikasi ini pun bisa digunakan sebagai Kartu Ibu dan Anak versi digital, sehingga tidak perlu khawatir kalau KIA Mums hilang.

Beri Komentar