Mac & Ham House/ Foto: Spaceshift Studio / Pirak Anurakyawachon
Dream - Material kontainer bekas sejak lama dimanfaatkan sebagai bangunan tempat tinggal. Terutama bagi mereka yang tak mau memakan waktu lama dan ingin lebih praktis dalam membuat hunian.
Biasanya, rumah dari kontainer berkesan kaku dan dingin. Hal tersebut rupanya bisa disiasati dengan menempatkannya di lingkuhan dengan banyak pepohonan. Seperti yang diterapkan pada Mac & Ham House yang berlokasi di Bangkok, Thailand.

Berlokasi di kota Bangkok yang sangat sibuk, hunian ini awalnya dibuat oleh biro arsitek Walllasia ltd untuk pasangan yang sudah berusia senja tapi tetap mau hidup dengan nyaman di perkotaan. Anak mereka rupanya ingin tinggal di sana tapi agar bisa berdekatan tapi dengan privasi masing-masing.

© Dream
Konsep paviliun pun akhirnya dibuat dengan menggabungkan beberapa kontainer. Halaman dibuat tetap luas dengan banyak pohon. Juga teras kayu dan bebatuan serta air mancur buatan untuk menonjolkan suasana asri.

Foto: Spaceshift Studio / Pirak Anurakyawachon
Warna biru gelap dipilih agar rumah berkesan tetap hangat dan menyatu dengan alam dengan cara yang tak membosankan. Strukturnya ditata dalam gaya grid yang teratur tapi tak kaku dengan garis-garis alami taman.

© Dream
Dipilih juga pohon berbentuk lapang untuk menciptakan suasana tropis, seperti rok Rosewood, Cork, Darabela, dan Fairy. Pohon-pohon ini juga memberikan keteduhan pada bangunan baja, memecahkan masalah retensi panas material.

Foto: Spaceshift Studio / Pirak Anurakyawachon
Rerumputan hijau terasa lembut dan lembap menempel pada bangunan baja keras membuat sekitarnya lebih alami.
Tempat tinggal yang sangat menarik, bukan?
Sumber: DesignBoom
© Dream
Dream - Ada sebuah rumah di kawasan gang kecil di Distrik 12, Kota Ho Chi Minh yang bangunannya tampak menjulang tinggi. Tak memiliki halaman tapi desainnya begitu unik.
Luas rumah hanya 50 meter persegi, dengan bukaan yang maksimal. Pemilik ingin memiliki hunian di mana kedua anaknya bisa bermain dengan nyaman. Bi (5 tahun) dan Sam (3 tahun), nama anak sang pemilik rumah, hal itulah yang membuat rumah dinamai Bi Sam House.
" Kami merancang rumah dengan ruang untuk merangsang eksplorasi dan kreativitas anak-anak dan untuk membantu orang tua dapat mengamati anak-anak mereka di dalam rumah," ungkap tim arsitek rumah ini, THIA Architecture, dikutip dari Archdaily.

Konsep besarnya adalah mengubah area lantai yang berbeda satu sama lain, untuk membuat atrium besar di depan. Halaman dan balkon dibawa ke dalam cangkang rumah di mana Bi & Sam dapat bermain, menjelajahi dan mengamati unsur-unsur alam (pohon, langit, angin, hujan).
Baca Juga: Doa Agar Dimudahkan Memiliki Rumah
© Dream
Halaman atau balkon menyatu dengan area fungsional seperti dapur dan kamar tidur. Hal ini membuat saat orangtua memasak tetap bisa mengamati anak-anak mereka.

Letak tangga berada di tengah atrium. Terdapat pepohonan hijau, untuk menghalau cahaya. Cara ini juga membuat mendapat penerangan alami dan bernuansa asri.

Baca juga Doa Rumah Selalu Dinaungi Keberkahan Diambil dari Ayat Quran
© Dream
Fasad rumah dengan jendela-jendela besar yang tinggi membantu rumah untuk selalu dipenuhi dengan cahaya dan ventilasi.

Hal itu juga tetap menjamin privasi bagi pemiliknya. Interior minimalis memadukan fungsi dengan warna putih dan kayu sebagai warna utama untuk menciptakan latar belakang cahaya, pepohonan, dan kondisi alam.

Desainnya sangat menarik, bukan?