Ingin Anak Jadi CEO? Ada 3 Bahasa Asing yang Penting Dikuasai

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 12 Oktober 2022 19:12
Ingin Anak Jadi CEO? Ada 3 Bahasa Asing yang Penting Dikuasai
Dianalisis bahasa mana yang cenderung mengarah pada peluang karir terbaik saat dewasa.

Dream - Mempelajari bahasa asing saat ini jadi modal penting terutama di dunia digital yang tanpa batas. Di masa mendatang, anak-anak akan lebih banyak terpapar dan bergaul dengan banyak orang dari berbagai negara.

Untuk itu mulai sekarang tidak ada salahnya untuk mengajarkan anak dengan banyak bahasa asing, selain Inggris. Ini semacam " investasi" pada anak-anak untuk masa depannya.

The Centre for Economics and Business Research and Opinion, Inggris, melakukan studi berkolaborasi dengan Heathrow Airport. Para ahli menganalisis bagaimana bahasa dapat memengaruhi kehidupan anak dan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Juga dianalisis bahasa mana yang cenderung mengarah pada peluang karir terbaik saat dewasa.

“ Kami percaya bahwa pembelajaran bahasa sangat bermanfaat bagi perkembangan anak dan merupakan investasi nyata untuk masa depan,” kata Antonella Sorace, profesor linguistik perkembangan dan direktur masalah bilingualisme di Universitas Edinburgh.

1 dari 5 halaman

Studi ini melibatkan survei terhadap 2.001 orangtua dengan anak-anak di bawah usia 18 tahun, bersama dengan survei lain terhadap lebih dari 500 pemimpin bisnis.

Jadi bahasa mana yang menempati posisi teratas? Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak harus belajar bahasa Prancis, Jerman, dan/atau Mandarin jika mereka ingin sukses dalam sepuluh tahun ke depan dan memaksimalkan kemampuan kerja mereka.

Ibu Menemani Anak Belajar

Kemahiran bahasa lain membuka pintu ke pasar baru untuk bisnis dan memungkinkan mereka untuk menciptakan hubungan baru dengan calon mitra. Selain dapat berbicara bahasa asing lainnya, keterampilan akademik dan interpersonal yang dapat diperoleh dari belajar bahasa baru juga penting.

 

2 dari 5 halaman

“ Anak-anak yang dihadapkan pada bahasa yang berbeda menjadi lebih sadar akan budaya yang berbeda, orang lain, dan sudut pandang lain. Mereka juga cenderung lebih baik daripada monolingual dalam multitasking dan sering kali lebih mahir membaca,” kata Sorace.

Kemahiran berbahasa bisa meningkatkan peluang dalam kesuksesan karier seseorang. Termasuk juga menjadi CEO yang memimpin perusahaan di beberapa negara. Kira-kira ingin mengajarkan bahasa asing apa ke si kecil?

Sumber: RD.com

3 dari 5 halaman

Tak Selalu Negatif, Anak Berulah Justru Picu Orangtua Banyak Belajar

Dream - Hadirnya anak di tengah keluarga, tentunya membutuhkan adaptasi yang luar biasa bagi ayah dan ibu yang sebelumnya hanya hidup berdua. Banyak perubahan yang terjadi, dan pastinya menjadi orangtua adalah proses belajar seumur hidup.

Ada kalanya anak bersikap sangat manis, tapi di waktu lain ia sangat berulah. Kadang membuat ayah dan ibu sangat emosi hingga suara meninggi tetapi jika anak-anak kita tidak pernah berperilaku buruk, kita akan menjadi orangtua yang tidak belajar.

" Perilaku buruk seorang anak membantu ayah dan ibu menjadi orangtua yang lebih baik. Juga memungkinkan orangtua menyesuaikan pola asuh," kata Rachel Andrea, seorang psikolog keluarga.

Tak selalu buruk, saat anak berulah sebenarnya orangtua sedang belajar banyak hal. Bukan hanya belajar mendidik anak tapi juga memperbaiki diri karena ingin menjadi contoh yang baik. Berikut dampak anak positif anak berperilaku buruk.

1. Kesempatan untuk belajar dan memberi contoh
" Ketika anak-anak saya bertengkar atau membalas arugmen saya, saya sering berhenti dan membimbing mereka melalui tanggapan yang lebih baik. Anak-anak yang kritis dapat belajar berbicara yang baik, anak-anak yang suka berdebat dapat belajar untuk patuh dengan argumentasi," ujar Andrea.

Justru saat krisis dan konflik itulah anak melihat respons orangtua. Mereka lebih banyak belajar lewat contoh yang dilihatnya sehari-hari.

 

 

4 dari 5 halaman

2. Orangtua tahu yang dibutuhkan anak

Perilaku buruk kadang mengkomunikasikan kebutuhan mendasar anak. Ketika perilaku mereka mengganggu, biasanya itu pertanda bahwa mereka membutuhkan lebih banyak perhatian.

" Bukan karena kurang perhatian, tapi level perhatian yang dibutuhkan anak saat bersikap buruk sebenarnya lebih tinggi. Sikap buruk dapat menandakan kekecewaan, frustrasi, atau ketakutan yang mendalam," kata Andrea.

Anak

Pemberontakan anak mungkin tanda kita perlu mendekatkan lagi ke anak-anak. Sebagai orangtuanya, kitalah yang harus responsif, reaktif dan memvalidasi emosi yang dialami anak.

 

5 dari 5 halaman

3. Bukan sekadar reputasi

Saat anak bersikap baik, memiliki prestasi, menuruti semua yang diberitahu orangtua, pastinya orangtua merasa bangga. Lalu bagaimana respons orangtua saat rapor anak jelek, kalah dalam pertandingan atau memberontak?

Anak mengamuk

" Jangan menjadi orangtua sombong yang lebih mengkhawatirkan reputasi daripada membentuk karakter anak. Justru di titik terendah anak, ia sangat membutuhkan orangtuaya, dukungan apapun itu bentuknya harus diberikan. Cobalah belajar peka dengan kebutuhan anak," ujar Andrea.

Sumber: Imom

Beri Komentar