Kelas Jadi Suami dan Ayah yang Baik di China Mulai Diminati

Reporter : Mutia Nugraheni
Minggu, 30 Oktober 2022 08:40
Kelas Jadi Suami dan Ayah yang Baik di China Mulai Diminati
“Banyak pria telah menunjukkan minat [dalam program ini] karena mereka melihat ini sebagai cara untuk meningkatkan pernikahan dan hubungan mereka dengan anak-anak mereka".

Dream - Peran laki-laki dalam keluarga di negara-negara Asia, masih identik hanya sebagai pencari nafkah. Keterlibatan dalam pengasuhan anak, mengurus rumah tangga dan tugas domestik lainnya dianggap merupakan kewajiban perempuan.

Kondisi tersebut di China, membuat Fang Gang, seorang seksolog sekaligus sosiolog di China membuat inisiasi kelas khusus untuk para pria. Kelas ini dibuat untuk mereka memiliki modal untuk menjadi suami dan ayah yang baik dengan peran yang setara dalam rumah tangga.

Fang merupakan seorang advokat kesetaraan gender yang terkenal di negeri Tirai Bambu itu. Dalam kelasnya, Fang mengungkap akan banyak berdiskusi tentang isu-isu gender dan refleksi tentang peran laki-laki, sebagaimana yang ia lihat dari media dan wacana publik.

“ Banyak pria telah menunjukkan minat [dalam program ini] karena mereka melihat ini sebagai cara untuk meningkatkan pernikahan mereka dan hubungan mereka dengan anak-anak mereka,” ungkapnya.

1 dari 6 halaman

Melansir dari nextshark.com, kursus yang didirikannya mengadvokasi tanggung jawab sosial dan keterlibatan laki-laki dalam keluarga serta membahas soal stereotip. Kelasnya dibuat untuk membantu pria belajar menjadi pasangan yang baik dengan bertukar cerita, mengadakan simulasi melahirkan, dan diskusi film.

Kursus ini tersedia untuk masyarakat umum di Shanghai, Shenzhen dan Chengdu pada 2023 mendatang. Fang juga memilih 3 dari 17 tim yang mendaftar kelasnya untuk mengajar pria di kota-kota lain setelah menyelesaikan kursus.

“ Saya tidak menyangka banyak pria yang mendaftar kali ini, tetapi saya rasa ada orang yang ingin berubah dan berkembang. Itu sebabnya kami memilih untuk memulai dari kota-kota besar, di mana kesadaran masyarakatnya lebih baik," kata Fang.


Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita

2 dari 6 halaman

Anak Rutin Main Bareng Ayah, Bikin Mentalnya Lebih Kuat Hadapi Stres

Dream - Sebagai tulang punggung, waktu ayah memang lebih banyak untuk bekerja. Meski demikian, kewajiban untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga jangan sampai membuat ayah tak punya waktu untuk anak-anaknya.

Peran pengasuhan memang cenderung lebih banyak dipegang ibu, padahal anak juga sangat membutuhkan ayah. Bukan hanya dalam hal pemenuhan materi, tapi juga tumbuh kembang psikologis, emosi dan kognitifnya.

Sebisa mungkin, luangkan waktu 15 hingga 30 menit untuk bermain bersama anak. Lakukan hal ini dengan rutin, efeknya jangka panjang. Bermain dengan ayah memiliki dampak yang luar biasa bagi tumbuh kembang anak. Apa saja?

© Dream

1. Membantu Perkembangan Bahasa
Ayah dikenal sebagai sosok yang suka membuat perbincangan mendalam dan memancing anak memiliki banyak kosakata baru. Cobalah ajukan lebih banyak pertanyaan pada anak. Ajak si kecil berdiskusi banyak hal. Kebiasaan ini akan menantang keterampilan bahasa anak dan mengasah kemampuan komunikasinya.

2. Asah Kemampuan Pemecahan Masalah dan Perkembangan Motorik
Ayah memiliki gaya bermain yang unik. Anak-anak yang suka bermain dengan ayahnya, cenderung memiliki kemampuan adaptif dan pemecahan masalah yang baik dibandingkan dengan anak-anak yang tidak banyak bermain dengan ayahnya. Mereka juga lebih terampil, banyak akal, dan memperhatikan setiap masalah yang ada di depan mereka. Selain itu, karena ayah bermain lebih kasar dan bermain satu lawan satu, ini membantu meningkatkan kemampuan mengambil risiko dan perkembangan motorik pada anak-anak.

 

3 dari 6 halaman

3. Eksplorasi

Gaya bermain ayah juga melibatkan banyak petualangan dan tantangan. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk lebih ingin tahu dan bersemangat mengeksplorasi lingkungan mereka dan bereaksi positif terhadap hal-hal baru. Ini juga membantu anak-anak mengatasi situasi yang tidak dikenal dan menangani situasi stres dengan lebih baik.

4. Bonding yang lebih kuat
Bermain dengan ayah akan membuat hubungan anak dan ayah makin dekat dan solid. Ini membantu anak-anak untuk terhubung ke tingkat yang lebih dalam dengan ayah mereka. Hal ini ternyata menurut penelitian memainkan peran penting dalam menciptakan ikatan positif dengan ayah dan juga membantu dalam menyelesaikan konflik.

Sumber: MomJunction

4 dari 6 halaman

3 Hal yang Perlu Dikatakan Ayah Pada Anak Lelakinya

Dream - Dalam hal pengasuhan anak, ayah cenderung lebih banyak mencontohkan lewat sikap. Ayah biasanya berusaha memberi tahu dengan sedikit kata-kata dan lebih ingin menjadi sosok teladan untuk anak-anaknya.

Dibandingkan ibu, ayah memang lebih suka memberi tahu banyak hal pada anak lewat contoh. Sebenarnya, anak juga butuh validasi dari ayahnya lewat kata-kata dan hal ini sering dilupakan. Terutama ketika anak mencari tahu alasan sikap ayahnya dan butuh penjelasan.

" Anak-anak tidak tahu apa yang ada di kepala Anda. Penting bagi para ayah untuk sedikit lebih terbuka tentang banyak hal, untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak-anak mereka, pengaturan emosi, dan perlakuan umum terhadap orang lain," ujar Jeff Bostic, M.D., psikiater di MedStar Georgetown University Hospital.

Bersikap terbuka tentang hal tertentu bisa membantu anak dalam hal tumbuuh kembang emosinya. Terutama bagi anak laki-laki, yang sering menginternalisasi gagasan bahwa kerentanan atau kesedihan adalah sifat negatif.

" Mereka perlu mendengar hal-hal tertentu keluar dari mulut ayahnya," pesan Bostic.

Apa saja yang perlu didengar anak dari mulut ayahnya?

1. Kata-kata baik tentang ibunya
" I love you, itu sangat bagus. Mendengar ayahnya mengatakan hal tersebut pada ibunya," ujar Bostic.

Ungkapan cinta, sikap penuh kasih sayang ayahnya pada ibu akan sangat membentuk kepribadian anak lelaki. Ini sebagai contoh penting bagi mereka kelak ketika mengungkap cinta untuk orang sekitar dan pasangannya kelak.

5 dari 6 halaman

2. Pengakuan akan kegagalan dan memperbaiki masalah

Pastinya ada momen di mana ayah mengalami kegagalan atau berhadapan dengan masalah. Seperti motor yang rusak saat jalan bersama, mobil yang mogok, rencana yang berantakan.

" Biasanya para ayah akan menjadi sangat emosi menghadapi situasi ini. Marah, mengumpat mungkin jadi hal yang keluar dari mulut, tapi anak membutuhkan sosok yang mengaku kalau ayahnya sedang stres, bingung dan marah. Hal itu merupakan sangat wajar, karena sebagai manusia kita pasti akan mengalami stres dan tekanan," ujar Bostic.

Satu lagi yang sangat penting, ketika berhadapan dengan masalah adalah berdiskusi dengan anak untuk mencari solusi. Bagi ayah, jangan gengsi untuk bertanya pada anak saat mencari solusi. Mereka akan belajar banyak lewat hal tersebut.

 

6 dari 6 halaman

3. Penjelasan soal emosi

Mengekspresikan kebahagiaan itu baik dan mengungkapkan kekhawatiran sangat baik. Para ayah seringkali segan mengungkapkan emosi yang dialami pada anak melalui kata-kata.

" Jika kita mengalami dan tidak mengungkapkannya, maka cenderung tidak bisa mengelola hal tersebut dengan baik. Hal ini akan sangat dirasakan anak," ujar Bostic.

Anak bisa mencontohnya, tertanam pada pikiran kalau lelaki harus menyimpan emosi. Hal ini sangat tidak baik bagi perkembangan emosinya. Jadi, utarakan emosi yang sedang dialami pada anak, tak perlu sungkan.

Sumber: Fatherly

Beri Komentar