Ilustrasi
Dream - Pemeriksaan secara rutin selama kehamilan sangat penting dilakukan. Ibu hamil bisa memeriksakan diri ke dokter atau bidan, dan jangan lupa untuk melakukan ultrasonografi (USG).
Pemeriksaan tersebut bukan hanya untuk mengetahui kondisi janin di dalam rahim, tapi juga plasenta. Organ plasenta berfungsi penting bagi janin karena menyediakan oksigen dan nutrisi serta membuang sampah metabolisme janin.
Pada beberapa kondisi, letak plasenta yang seharusnya ada di atas rahim, berada di bawah. Hal ini bisa jadi membahayakan dan memicu perdarahan. Letak plasenta yang tak normal tersebut dinamakan Plasenta Previa (PP).
Plasenta previa adalah komplikasi kehamilan di mana plasenta terletak di bawah dan menutupi jalan lahir. Dokter Aldi, spesialis obstetri dan ginekologi di RS Kendang Sari, Surabaya, lewat akun Instagramnya @dr_aldi_obgyn, perdarahan karena plasenta previa ini bisa saja tak disertai rasa nyeri.
" PP dapat menyebabkan perdarahan tanpa nyeri dimulai pada setengah akhir kehamilan. Hal ini disebabkan robeknya plasenta ketika mulut rahim menipis dan membuka. Perdarahan bisa sangat banyak sehingga membahayakan ibu dan janin. Selain itu berisiko terjadi persalinan preterm," ungkapnya.
© Dream
Ia juga mengungkap kalau plasenta previa terjadi pada satu dari 200 kehamilan. Masalah ini biasanya diketahui lewat pemeriksaan USG. Untuk penyebabnya tidak diketahui secara spesifik, tapi ada beberapa faktor risiko.
" Faktor risikonya: usia ibu > 35 tahun, terapi infertilitas, kehamilan kembar, jarak antar kehamilan pendek, riwayat operasi rahim, bekas sesar, riwayat keguguran, riwayat plasenta previa, sosial ekonomi rendah, merokok, kokain," ungkap dr. Aldi.
Bila terjadi perdarahan karena plasenta previa, segera periksakan diri ke dokter. Biasanya, ibu diminta untuk istirahat total. Tindakan harus segera dilakukan untuk menghentikan perdarahan, salah satunya operasi sesar demi keselamatan ibu dan janin.
© Dream
Dream - Kopi merupakan minuman dengan kafein yang biasanya dihindari ibu hamil. Pasalnya dikhawatirkan bisa memicu masalah pada kehamilan. Bagi ibu yang biasa mengonsumsi kopi, akhirnya menghentikan rutinitasnya minum kopi.
Kini ada kabar baik bagi ibu hamil yang tetap ingin minum kopi. Tim peneliti dari University of Queensland melakukan studi genetik untuk menunjukkan bahwa minum kopi selama kehamilan tidak meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir dalam keadaan meninggal atau prematur.
Salah satu peneliri, Dr Hwang, mengatakan perilaku minum kopi sebagian disebabkan oleh genetika, dengan serangkaian varian genetik tertentu yang memengaruhi seberapa banyak kopi yang kita minum.
" Kami menunjukkan bahwa varian genetik ini tidak hanya mempengaruhi konsumsi kopi pada populasi umum tetapi juga pada wanita hamil," katanya.
© Dream
Para peneliti menggunakan metode yang disebut Mendelian Randomisation, yang menggunakan delapan varian genetik. Metode itu untuk memprediksi perilaku minum kopi wanita hamil dan memeriksa apakah varian ini juga terkait dengan hasil kelahiran.
" Karena kami tidak dapat meminta wanita untuk minum kopi dalam jumlah yang ditentukan selama kehamilan mereka, kami menggunakan analisis genetik untuk meniru uji coba kontrol secara acak," kata Dr Hwang.
Analisis genetik menemukan tidak ada risiko keguguran, lahir mati, atau kelahiran prematur yang lebih besar bagi wanita yang minum kopi. " Dalam hal diet selama kehamilan, wanita sering disarankan untuk menghindarinya, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa mereka masih dapat menikmati kopi tanpa khawatir akan meningkatkan risiko hasil kehamilan ini," kata Dr Hwang.
Para peneliti menekankan penelitian ini hanya melihat hasil kehamilan pada kondisi tertentu. Tetap ada kemungkinan konsumsi kafein dapat mempengaruhi aspek penting lainnya dari perkembangan janin.
“ Oleh karena itu, kami tidak merekomendasikan asupan tinggi selama kehamilan, tetapi konsumsi kopi yang rendah atau sedang,” kata Hwang.
Advertisement
Fenomena “Forever Layoff” Meningkat, Gelombang PHK Kecil tapi Rutin Menghantui Tahun 2026

Ayo Dongeng Indonesia, Gerakan Relawan yang Hidupkan Lagi Tradisi Bertutur


WhatsApp Bakal Luncurkan Fitur Chat Lintas Aplikasi, Pengguna Eropa dapat Giliran Pertama

Sadari Damkar Lebih Dipercaya Publik untuk Urusan Darurat, Kapolri Mau Sempurnakan Hotline 110


5 Destinasi Wisata di Palangkaraya yang Wajib Masuk Daftar Wishlist
Penampilan Alya Zurayya di Acara Dream Day Ramadan Fest 2023 Day 6

Paniki, Kuliner Ekstrem Khas Sulawesi Utara dari Daging Kelelawar

Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia, Sang Istri Memohon Konten Video Kecelakaan Almarhum Tak Disebar

Ayo Dongeng Indonesia, Gerakan Relawan yang Hidupkan Lagi Tradisi Bertutur

Fenomena “Forever Layoff” Meningkat, Gelombang PHK Kecil tapi Rutin Menghantui Tahun 2026

Ayo Dongeng Indonesia, Gerakan Relawan yang Hidupkan Lagi Tradisi Bertutur

Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia, Sang Istri Memohon Konten Video Kecelakaan Almarhum Tak Disebar