Kontroversi Bocah 9 Tahun di Jepang Operasi Plastik Demi Tampak Cantik

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 15 November 2022 16:48
Kontroversi Bocah 9 Tahun di Jepang Operasi Plastik Demi Tampak Cantik
Sang ibu yang meminta putrinya untuk menjalani operasi monolid.

Dream - Industri kecantikan memang tak akan pernah mati. Mulai dari produk kebersihan wajah dan tubuh, skincare, salon, klinik kecantikan hingga operasi plastik. Dulu, orang yang melakukan operasi plastik cenderung menyembunyikan dan malu memberi tahu publik kalau ada beberapa bagian tubuhnya yang dioperasi.

Kini, banyak orang yang melakukannya secara terang-terangan. Mengunggah proses dan hasilnya sosial media serta menarik perhatian publik. Bukan hanya pada orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Sebuah video, diunggah oleh VICE di YouTube channel bertajuk " Deadly Beauty" memicu kontroversi. Diperlihatkan seorang bocah perempuan Jepang berusia 9 tahun yang baru saja menjalani operasi double lid, agar matanya terlihat lebih besar.

Bocah tersebut diminta sang ibu untuk operasi plastik. Rucchi, panggilan ibunya, mengejutkan publik setelah mengungkap kalau memang ia mendesak sang putri untuk menjalani operasi mata agar terlihat cantik.

1 dari 2 halaman

Rucchi beranggapan kalau kesuksesan perempuan di masa depan sangat tergantung pada penampilannya. Rucchi pernah punya masa lalu yang menyedihkan. Sejak kecil ia punya adik yang bermata besar dan orang sekitar selalu memujinya. Sementara ia selalu dibandingkan dan matanya sipit.

Pada usia 18 tahun, Rucci sudah menjalani operasi kelopak mata atau double lid. “ Saya belum pernah melihat seorang gadis dengan monolid yang menurut saya cantik. Kelopak mata ganda itu indah. Kelopak mata ganda adalah standar kecantikan. Saya mengatakan ini lagi dan lagi," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Tak mau sang putri mengalami hal yang sama dengannya, ia pun merogoh kocek sekitar 400.000 yen atau Rp44,3 juta untuk operasi mata. Prosedur berlangsung sekitar 20 menit.

Di Jepang, operasi kosmetik legal bagi siapa saja yang berusia di bawah 18 tahun jika disetujui oleh orangtua atau wali. Karena undang-undang ini, banyak wali/ orangtua dilaporkan berusaha menyalahgunakannya dan mengubah fitur wajah anak-anak mereka.

Tahun lalu, sebuah klinik di Jepang melakukan survei dan menemukan bahwa sembilan dari 10 remaja berharap untuk menjalani operasi plastik. Dua tahun sebelumnya, tujuh dari 10 remaja menginginkan hal yang sama.

Pada 2020, sebuah survei dari International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) menemukan bahwa operasi kelopak mata, juga dikenal sebagai blepharoplasty, mencakup lebih dari 64 persen dari semua prosedur bedah di Jepang pada tahun itu.

Sumber: NextShark

Beri Komentar