Meja Dapur Marmer, Mewah Tapi Punya Kekurangan

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 13 Juni 2017 08:03
Meja Dapur Marmer, Mewah Tapi Punya Kekurangan
Motifnya sangat cantik dan menimbulkan kesan mewah. Tapi batu ini punya sisi negatif.

Dream - Marmer sampai saat ini masih jadi pilihan utama untuk counter top atau alas untuk meja dapur. Batu satu ini dianggap tahan banting dengan segala macam aktivitas dapur yang menggunakan alat tajam serta formula berbahan keras.

Apalagi motifnya juga sangat cantik dan menimbulkan kesan mewah. Apalagi jika dipadukan dengan kabinet dapur berdesain modern dengan warna senada. Tapi sebenarnya menggunakan
marmer sebagai counter top juga memiliki kekurangan. Ingin tahu apa saja?

- Permukaan berpori dan butuh perawatan ekstra
Marmer sangat rentan terhadap zat pewangi (seperti anggur, jus dan minyak) yang meresap jauh ke dalam batu. Bila ini terjadi, sulit untuk membersihkannya. Sehingga secara profesional
membuat lapisan permukaan saat pemasangan sangat penting untuk membantu mencegah kerusakan. Pelapisan ini sebaiknya dilakukan tiap 6 bulan sekali agar tampilan marmer di dapur
tetap seperti warna aslinya.

- Mudah tergores
Paparan zat asam dari lemon, cuka serta bahan dapur lainnya akan mennghilangkan kejernihan dari marmer. Hal itu juga membuatnya terlihat kusam. Apalagi jika setelah terpapar zat asam,
Anda memotong makanan atau buah langsung di atasnya. Akan muncul bekas tergores yang tak akan bisa hilang. Jadi pastikan, saat memotong sesuatu harus menggunakan alas.

- Rusak jika ditaruh panci panas
Jangan pernah menaruh langsung panci, teflon atau penggorengan panas di atas marmer. Meskipun tahan hawa panas dari oven, tapi jika terpapar langsung panas dari besi dan aluminium alat masak, maka warnanya akan berubah menjadi kecokelatan, teksturnya pun bisa rusak. Selalu gunakan alas atau penyangga di atasnya.

 

Sumber: House Beautiful

 

 

Beri Komentar