Keran Sensor Otomatis (Foto: Shutterstock)
Dream - Cuci tangan pakai sabun jadi aktivitas wajib di masa pandemi. Kebiasaan ini harusnya tak boleh ditinggalkan meskipun pandemi berakhir.
Kebutuhan akan wastafel atau area cuci tangan dan bersih-bersih bahkan kini menjadi hal mendasar.
Sahabat Dream mungkin berencana untuk membuat area khusus cuci tangan di rumah. Jika iya, pertimbangkan untuk membuat keran dengan fitur sensor. Biasanya, di rumah tersedia kran manual yang diputar atau dipencet.
Nah, untuk mengurangi risiko kontaminasi silang dan mencegah penularan virus maupun bakteri, keran sensor bisa jadi solusi.
Ada sejumlah keuntungan jika menggunakan keran jenis ini. Apa saja?
© Dream
Keran elektronik biasanya dirancang dengan laju aliran rendah, aerator di cerat dan sistem atau bahan yang mencegah kebocoran. Misalnya, jika keran tradisional mengalir antara 10 dan 15 liter per menit, keran sensor tidak akan mengeluarkan lebih dari 6 liter dan katup solenoidnya ditutup secara otomatis. Ini akan membuat air jadi lebih hemat, begitu pun listrik.
Risiko kontaminasi lebih rendah
Pada keran biasa yang diputar maupun dipencet, butuh tangan atau jari untuk menyentuhnya. Virus dan bakteri bisa saja menempel saat sentuhan tersebut. Dengan sensor, hanya perlu menggerakkan tangan tanpa perlu menyentuhnya. Lebih bersih dan mengurangi risiko penularan bakteri maupun virus.
© Dream
Tidak seperti jenis keran tradisional, katup solenoid keran sensor dilindungi oleh plastik, oleh karena itu tidak ada kemungkinan korosi atau karat. Pastikan saja merawatnya dengan baik.
Meski demikian keran sensor ini memiliki kekurangan. Pertama, harganya lebih mahal dari keran biasa, bisa ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Kedua, bila ada bagian yang rusak cenderung sulit untuk diganti per bagian, jadi harus mengganti satu unit.
Sumber: Intellegent Hand Dryer