Penyebab Lesty Kejora Harus Jalani Operasi Caesar Dadakan

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 27 Desember 2021 11:55
Penyebab Lesty Kejora Harus Jalani Operasi Caesar Dadakan
Operasi dilakukan saat usia janin Lesty masih 34 minggu.

Dream - Kondisi kehamilan Lesty Kejora sejak beberapa hari lalu ternyata mengalami masalah. Ia kerap mengalami kontraksi yang intensif padahal kehamilannya masih berusia 34 minggu.

Tak hanya itu, Lesty juga mengalami flek terus-menerus. Hal tersebut membuat dokter kandungan yang menanganinya meminta Lesty dirawat di rumah sakit untuk observasi.

" Malemnya dedek ternyata sakit perut, malemnya kontraksi, paginya flek, akhirnya konsultasi, harus dibawa ke RS harus CTG, tapi sebelum itu kita ke Teh Ocha dulu," ujar Lesty dalam Youtube channel mereka, Leslar Entertaintment, yang diunggah pada 26 Desember 2021.

Rupanya dari pemeriksaan, dokter memutuskan Lesty harus menjalani operasi caesar dadakan (cito). Hal ini demi kesehatan si bayi dan Lesty.

" Saya perwakilan dari Rumah Sakit Bunda, tanggal 23 dihubungi ibu Lesty ada flek kynya kecapekan. Setelah diperiksa ada CTG, observasi jantung janin juga, setelah diobservasi kontraksinya dr. Nana menginstruksikan untuk dirawat saja karena kan sebenarnya hari perkiraan lahirnya masih lama ya, harusnya akhir Januari awal Februari," ujar dr. Puspa dari RS Bunda, yang mendampingi Lesty.

Akhirnya pada 26 Desember 2021 malam, Lesty menjalani operasi caesar. " Mohon doanya temen-temen, karena ini semua demi kebaikan bersama demi kebaikan si bayi," ungkap Billar.

1 dari 6 halaman

Nagita Slavina Operasi Caesar Pakai Metode Eracs

Dream - Nagita Slavina hari ini 26 November 2021 sudah berada di Rumah Sakit Bunda Jakarta untuk menjalani operasi caesar. Lewat video yang diunggah di Youtube Rans Entertainment, istri Raffi Ahmad itu baru saja menjalani pemeriksaan oleh dokter Dian Citra, spesialis anestesi.

Operasi caesar termasuk operasi besar, sehingga pemeriksaan detail harus dilakukan. Nantinya Nagita akan ditangani oleh beberapa dokter spesialis. Antara lain dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter spesialis anastesi dan dokter spesialis anak yang memantau kondisi janin dalam kandungannya selama dan sesudah operasi.

Lewat pernyataan dr. Citra, Nagita diketahui bakal menjalani metode Eracs dalam operasi caesar kali ini. Metode satu ini memang tengah naik daun, karena bisa meminimalkan rasa sakit ibu setelah operasi.

Nagita© Rans Entertainment

" Tiga puluh menit berikutnya nanti kita bantu berdiri, untuk menilai obat biusnya masih ada atau tidak. Makanya kita pakai Eracs kan," kata dr. Citra pada Nagita.

 

2 dari 6 halaman

Lalu apa itu metode Eracs?

Dikutip dari EMC.id, Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) adalah tehnik operasi yang dikembangkan untuk mempercepat perawatan dan juga mempercepat penyembuhan pasien. Untuk di bidang obstetri dinamakan ERACS ( Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) sehingga memungkinkan lama perawatan di rumah sakit tidak lebih dari 24 jam.

Di negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang, lama perawatan pasca operasi menjadi isu. Hal ini membuat tim medis berupaya untuk memperpendek lama perawatan dan penyembuhan pasien pasca operasi.

Saat ini di Indonesia teknik tersebut mulai banyak dilakukan di berbagai RS. Dibutuhkan kerjasama yang solid untuk menjalani operasi ini yaitu Dokter Operator, Dokter Anestesi, Dokter Anak, Dokter gizi dan keperawatan yang dilakukan pada saat pre operasi, intra operasi maupun pasca operasi

Dokter operator berperan dalam penegakan diagostik, menilai tingkat kelayakan operasi, menentukan juga tingkat kesulitan yang akan dihadapi di ruang operasi, teknik pemilihan pendekatan operasi, modalitas alat yang akan digunakan, dan lebar insisi jika dilakukan metode open surgery.

 

3 dari 6 halaman

Luka Seminimal Mungkin

Untuk sayatan pada teknik ERAS/ ERACS dilakukan menggunakan pisau dengan ketajaman khusus dan ukuran kecil. " Sekali sayatan bisa sampai lapisan fascia, sehingga kerusakan jaringan bisa minimal,” ujar dr. Kondang Usodo, Sp.OG (Spesialis Kebidanan dan Kandungan).

Sayatan dilakukan seminimal mungkin, pengambilan jaringan juga dilakukan tanpa merusak jaringan yang sehat, sedapat mungkin menghindari memotong dan menjahit otot, dan ketika dokter operator menjahit fascia akan mengutamakan teknik jahitan satu-satu. Pasien akan diberikan minuman manis 2 jam sebelum tindakan operasi agar dapat membantu untuk mobilisasi setelah tindakan.

Dokter akan membebaskan perlengketan antar jaringan sehingga pasien terhindar dari rasa nyeri pasca penyembuhan, mengembalikan posisi jaringan yang disayat dan secara end to end pada jaringan yang sama serta memilih benang dan teknik jahitan yang tidak mengganggu pergerakan pasca operasi

Sebelum pembedahan, dokter anastesi berperan melakukan assesment, memilih jenis anestesi yang paling sesuai dan mempercepat pemulihan pasien. Lalu melakukan anestesi dengan jarum model pencan yang berukuran sangat kecil. Dokter juga mengawasi dan memberikan pelayanan pain management selama pasien dioperasi sampai diperbolehkan pulang, infus dan kateter segera setelah 2 jam pasca operasi.

Untuk tehnik ERACS ( Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) ternyata memungkinkan pasien sudah dapat duduk sambil menyusui setelah 2 (dua) jam pasca operasi. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

4 dari 6 halaman

Berapa Kali Maksimum Operasi Caesar Bisa Dilakukan?

Dream - Banyak ibu hamil berharap bisa menjalani persalinan per vaginam atau normal, tapi ada faktor lain yang tak bisa dikontrol. Selama persalinan, ibu dan bayi bisa saja mengalami komplikasi serius yang bisa mengancam nyawa.

Dokter pun memiliki penilaian medis, mana persalinan yang berisiko dan mana yang tidak. Bila kondisi ibu dan janin sangat berisiko, operasi caesar bisa jadi solusi yang efektif.

Hal itu karena dokter cenderung bisa membuat perencanaan lebih baik untuk mengurangi risiko medis saat persalinan melalui operasi caesar. Mungkin para ibu yang sudah menjalani operasi caesar penasaran berapa kali maksimum operasi ini bisa dilakukan.

Terutama para orangtua yang masih ingin memiliki dua atau empat anak lagi. Pasalnya, selalu ada risiko medis pada operasi caesar.

Risiko tersebut bakal lebih besar di operasi selanjutnya, baik kedua dan ketiga.  Untuk menjawab pertanyaan berapa kali maksimum operasi caesar bisa dilakukan, ada banyak faktor-faktor penentunya.

 

5 dari 6 halaman

Ungkapkan Riwayat Medis

Kondisi tiap ibu dan riwayat medisnya berbeda sehingga tak bisa disamaratakan. Dokter biasanya akan melihat faktor risiko seperti riwayat komplikasi, proses pemulihan, kondisi rahim, kesehatan janin, termasuk apakah ada riwayat melahirkan normal setelah operasi caesar/ vaginal birth after caesarian (VBAC).

Setelah operasi caesar, ada ibu yang bisa melahirkan anak berikutnya melalui vagina, ini disebut VBAC. Jika ibu memiliki kehamilan berisiko rendah, prosedur ini memiliki tingkat keberhasilan 60 hingga 80 persen

Namun sebagian besar komunitas medis tidak merekomendasikan VBAC untuk ibu yang pernah menjalani dua atau lebih operasi caesar. Itu karena risiko ruptur uteri — robeknya bekas luka operasi caesar atau otot uterus yang dapat mengancam nyawa ibu dan bayi.

 

6 dari 6 halaman

Sangat Bergantung Pada Kondisi Ibu

Juga tidak ada aturan pasti tentang jumlah maksimal C-section yang dapat dilakukan pada seorang ibu. " Saya telah melakukan operasi caesar keenam pada seorang ibu tanpa komplikasi atau kesulitan, dan saya juga pernah melakukan operasi caesar kedua kali pada seorang ibu dengan banyak perlengketan dan potensi komplikasi," kata Jason S. James, MD, ketua Departemen Kebidanan dan Ginekologi di Baptist Rumah Sakit Miami.

Untuk membantu mencegah komplikasi, direkomendasikan menunggu setidaknya 6 bulan setelah operasi caesar sebelum hamil lagi. Dokter lain juga menyarankan setidaknya menunggu 18 sampai 24 bulan.

Pastikan konsultasi dengan dokter jika ingin hamil lagi setelah menjalani operasi caesar beberapa kali. Jika sudah hamil, pastikan pemeriksaan dilakukan secara detail agar kehamilan berjalan baik, ibu dalam kondisi sehat dan bayi lahir selamat.

Sumber: Parents

Beri Komentar