Pesan Habib Syech, Sayangi Anak Yatim dengan Sedekah Secara Sembunyi

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 30 Juni 2022 16:13
Pesan Habib Syech, Sayangi Anak Yatim dengan Sedekah Secara Sembunyi
Beliau ingatkan untuk tak memberikan bingkisan atau amplop pada anak yatim di depan publik/ kamera.

Dream - Allah SWT dalam Alquran selalu mengingatkan umatnya agar selalu menyayangi anak yatim. Banyak cara yang bisa dilakukan, antara lain memberikan santunan secara rutin, mengusap kepalanya, menjamin pendidikan, sandang atau pangannya.

Mendoakan anak yatim dengan tulus juga sangat dianjurkan, seperti halnya kita mendoakan anak sendiri. Satu hal yang harus diingat, saat memberi bantuan pada anak yatim apapun bentuknya, lakukan dengan tertutup.

depresi-220816t.html" id="link-box-terkait-1" data-position="1">Mona dan Indra Brasco Ungkap Awal Ketahui Putrinya Mengalami Depresi

Habib Syech© Instagram @syaikhassegaf

Foto: Instagram @syaikhassegaf

Hal ini diingatkan oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf atau yang lebih dikenal dengan Habib Syech. Beliau meminta siapa pun yang ingin menyantuni anak yatim, lakukan dengan tersembunyi dan hindari di depan publik, demi menjaga hati dan mental para anak yatim supaya tidak rendah diri dan malu.

" Acara anak yatim boleh kita adakan tapi secara tidak terbuka. (Jika) acaranya terbuka, silakan, (tapi) pembagian hadiah untuk si anak yatim itu diberikan simbolis saja, satu, yang lainnya nanti di kamar atau di rumah masing-masing, diantar, itu lebih mulia," kata Habib Syech dikutip dari NU Online.

 

1 dari 3 halaman

Jangan Sampai Membuat Si Anak Rendah Diri

Habib Syech mengungkap kalau kasih sayang pada anak yatim memang bisa diungkapkan dengan mengelus kepalanya dan mendoakan dengan tulus. Kelak Allah SWT akan membalasnya, tapi lakukan dengan baik menjaga harga diri si anak.

" Betul memang, dikatakan: barangsiapa yang mengusap kepalanya si anak ini tadi, dia akan dapat ampunan sebanyak rambut si anak ini tadi, kan gitu. Itu maksudnya kasih sayang, bukan terus kepalanya anak sekian ratus diusap semua," ungkap Habib.

Ia tidak ingin para anak yatim dipamerkan di panggung,  terpublikasi kamera, karena hal itu bisa berdampak buruk pada kesehatan mental mereka. Justru kita harus ikut menjaga mental para anak yatim yang sudah sangat sedih kehilangan orangtuanya dan butuh dukungan yang tulus.

Hal terpenting adalah memberikan kasih sayang pada anak yatim dengan tulus tanpa perlu publikasi. Lakukan saja secara tertutup dan asuh anak yatim hingga mereka bisa mandiri dan menjadi anak soleh/ soleha.

“ Mengurusi ini bukan dengan memberi amplop saja, dididik mereka, diajar Qur’an, diajar ilmu, supaya nanti dia besar bisa bekerja, bisa membantu orang tuanya dan bisa hidup seperti orang-orang lain hidup, dan itu yang penting," pesan Habib Syech.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

2 dari 3 halaman

Asuhlah Anak Yatim dengan Tulus, Dosa Bisa Terhapus

Dream - Selama hidup di dunia, kita tak bisa terlepas dari dosa baik kecil maupun besar. Manusia merupkan gudangnya salah dan lupa, untuk itu Rasulullah mengingatkan umatnya untuk selalu meminta ampun, mengucap istigfar dan senantiasa bertaubat dan tak mengulangi dosa.

Tumpukan dosa manusia pastinya akan sangat sulit dihitung saking banyaknya. Rupanya ada cara untuk menghapus dosa-dosa yang kita lakukan. Menurut Nur Rofiah, sosen Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, yaitu mengasuh anak yatim dan tabah dengan segala ujiannya.

Dikutip dari Nu.or.id, hal itu berdasarkan riwayat hadits Rasulullah SAW yang mengatakan siapa pun yang mengasuh anak yatim jaminannya adalah surga selagi tidak melakukan dosa besar.

“ Untuk mendapat pahala besar itu tidak gratis, semua perlu kesabaran termasuk dalam mengasuh anak yatim,” kata Nur Rofiah.

Ia menyarankan, apabila dalam mengasuh anak yatim menemukan kesulitan, maka perlu melakukan pendekatan secara kontekstual. “ Jika segala cara didikan tidak mampu untuk meluluhkan hati anak yatim, bisa meminta bantuan lembaga pesantren. Barangkali hal itu bisa membuat anak tersebut lebih menerima keadaan-sebab ia hidup bersama semua santri yang sedang tidak ada orang tuanya,” pesannya.

 

3 dari 3 halaman

Anak Yatim Dimuliakan Allah SWT

Ahli Kajian Gender Islam tersebut mengatakan, tanggung jawab dalam mendidik anak yatim bukan hanya pada keluarganya saja tapi juga kepada masyarakat karena kemaslahatan yang dicurahkan dalam Islam itu adalah kemasalahatan masyarakat. Makna dekat dengan anak yatim yang dimaksud Rasulullah SAW dalam hadits bukan hanya hubungan sedarah saja tapi juga kerabat atau orang-orang yang ada di sekelilingnya.

“ Apalagi, anak yatim yang hidup di perantauan-sulit mengharapkan keluarga besarnya untuk bertanggung jawab mengurusnya. Jadi, dalam hal ini bisa menggunakan pendekatan kontekstual untuk mengasuhnya,” kata penulis buku Nalar Kritis Muslimah tersebut.

Ia mengingatkan anak yatim harus segera ada yang mengurus. Bisa diurus kerabatnya atau orang-orang yang berada di dekatnya. Kedudukan anak yatim sangat dimuliakan oleh Allah SWT dan Nabi Muhammad sangat mencintai anak-anak yatim.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Beri Komentar