Polio di Aceh Jadi KLB, Vaksin Tak Boleh Disepelekan

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 21 November 2022 15:12
Polio di Aceh Jadi KLB, Vaksin Tak Boleh Disepelekan
Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang.

Dream - Pada 2014, Indonesia mendapatkan sertifikat negara yang bebas dari penyakit Polio. Sayangnya pada tahun akhir 2022 ini, kembali ditemukan kasus polio pada seorang anak di kecamatan Mane, Pidie, Aceh.

Hal tersebut membuat Pemkab Pidie menetapkan kasus polio di daerahnya sebagai kejadian luar biasa (KLB). Sejumlah ahli kesehatan, memberikan rekomendasi untuk kembali digelar vaksinasi polio massal di Pidie dan Aceh.

" Penggalakkan vaksinasi dalam dua bentuknya yakni ORI (outbreak resonse immunization) dan vaksinasi massal penduduk," kata Tjandra melalui pesan elektroniknya, dikutip dari Merdeka.com.

Selain itu, menurut Guru Besar FKUI itu, perlu dilakukan surveilans setidaknya dalam dua bentuk yaitu surveilan AFP (acute flaccid paralysis) untuk menemukan kemungkinan kasus. Lalu, surveilans lingkungan untuk mencari vaccine derived polio virus (VDPV) di lingkungan, seperti yang ditemukan di Inggris walaupun tidak ada kasus pada manusia.

Surveilans merupakan suatu kegiatan yang sistematis dan terus menerus, terdiri dari proses pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data, serta penyebarluasan informasi kepada unit yang membutuhkan untuk pengambilan tindakan.

" Nama virusnya adalah vaccine derived polio virus (VDPV) karena memang asalnya dari vaksin, bukan seperti virus polio liar," tutur dia..

 

1 dari 2 halaman

Virus Berasal dari Tinja Pemicu Kelumpuhan

Virus Polio, dikutip dari Kemkes.go.id, termasuk dalam golongan Human Enterovirus yang bereplikasi di usus dan dikeluarkan melalui tinja. Virus Polio terdiri dari 3 strain yaitu strain-1 (Brunhilde), strain-2 (Lansig), dan strain-3 (Leon), termasuk family Picornaviridae.

Kelumpuhan anak© Shutterstock

Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu anterior dari sumsum tulang belakang akibat infeksi virus. Virus polio yang ditemukan dapat berupa virus polio vaksin/sabin, virus polio liar/WPV (Wild Poliovirus) dan VDPV (Vaccine Derived Poliovirus). VDVP merupakan virus polio vaksin/sabin yang mengalami mutasi dan dapat menyebabkan kelumpuhan.

2 dari 2 halaman

Banyak Menyerang Anak

Polio dapat menyerang pada usia berapa pun, tetapi polio terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Pada awal abad ke-20, polio adalah salah satu penyakit yang paling ditakuti di negara-negara industri, melumpuhkan ratusan ribu anak setiap tahun.

Pada 1950an dan 1960an polio telah terkendali dan praktis dihilangkan sebagai masalah kesehatan masyarakat di negara-negara industri. Hal ini setelah pengenalan vaksin yang efektif.

Pada 1988, sejak Prakarsa Pemberantasan Polio Global dimulai, lebih dari 2,5 miliar anak telah diimunisasi polio. Sekarang masih terdapat 3 negara endemis yang melaporkan penularan polio yaitu Afganistan, Pakistan dan Nigeria.

Pada Juni 2018, dilaporkan adanya kasus polio di negara tetangga Papua New Guinea, sehingga diperlukan adanya peningkatan kewaspadaan dini terhadap masuknya virus polio ke Indonesia.

Beri Komentar