Vaksin
Dream - Imunisasi atau vaksin sampai saat ini masih dianggap cara paling efektif dan terjangkau untuk mencegah terjadinya penyakit infeksi menular. Seperti Campak, Cacar, Meningitis, Hepatitis hingga Kanker Leher Rahim (HPV).
Tapi sayangnya masih banyak orangtua yang tidak memvaksin anak-anaknya. Padahal pemerintah melalui Departemen Kesehatan telah menyiapkan vaksin gratis melalui puskesmas daerah hingga program vaksin khusus Polio, agar anak-anak Indonesia generasi bangsa selalu dalam kondisi sehat.
Alasan orangtua yang antivaksin sangat beragam, ada yang menganggapnya haram, ada yang menganggapnya merupakan konspirasi dunia barat, atau meragukan efektivitasnya. Keluhan soal vaksin juga sering terlontar. Seperti Alania (35), ibu dua anak ini mengungkap kalau anak-anaknya sudah divaksin campak, tapi tetap kena campak.
" Waktu itu si Dara anak pertama saya, di sekolahnya teman-teman sekelasnya sekitar 5 orang kena campak. Eh, gak lama dia juga tertular, badannya demam, kemerahan, tapi untungnya
masih tetap aktif dan mau makan dan banyak minum jadi cepat pulih. Saya juga ke dokternya yang kasih dia vaksin, katanya Dara tak perlu dirawat cukup minum banyak air . Sementara temannya yang kabarnya tidak vaksin sampai harus dirawat," ujar Alania.
Menurut penjelasan Dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi, dari Satgas Imunisasi, Ikatan Dokter Anak Indonesia perlindungan imunisasi memang tidak 100 %, artinya setelah diimunisasi, bayi dan anak masih bisa terkena penyakit-penyakit tertentu. Tetapi kemungkinannya kecil 5 hingga 15 %.
" Keluhan yang muncul pun jauh lebih ringan dan tidak berbahaya. Bukan berarti imunisasi itu gagal atau tidak berguna, karena perlindungan imunisasi memang sekitar 80 - 95 %," ujar dr Soedjatmiko, seperti dikutip dari IDAI.org.
Ia juga mengungkap kalau enelitian epidemiologi di Indonesia dan negara-negara lain, ketika ada wabah campak, difteri atau polio, anak yang sudah mendapat imunisasi dasar lengkap sangat jarang yang tertular, bila tertular umumnya hanya ringan, sebentar dan tidak berbahaya.
Tetapi anak yang tidak mendapat imunisasi, ketika ada wabah, lebih banyak yang sakit berat, meninggal atau cacat. Berarti imunisasi terbukti efektif mencegah sakit berat, kematian atau
cacat akibat penyakit-penyakit tersebut.