Ternyata Ini Alasan Balita Sangat Suka Mengupil

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 7 September 2021 10:04
Ternyata Ini Alasan Balita Sangat Suka Mengupil
Anak-anak kerap mengalami mimisan karena suka nengupil. Bagian dalam hidungnya mengalami luka.

Dream - Anak-anak terutama yang berusia di bawah lima tahun (balita) penuh rasa penasaran. Satu hal yang kerap membuat mereka selalu ingin tahu adalah lubang hidung dan isi di dalamnya.

Saat anak mulai tahu kalau lubang hidungnya bisa dimasuki jari dan di dalamnya terdapat kotoran, biasanya akan makin penasaran. Anak pun melakukannya setiap saat, termasuk di depan publik. Kebiasaan mengupil tentunya tidak baik.

Sejak usia muda, anak-anak akan mengorek atau menyodok hidung mereka karena berbagai alasan. Balita cenderung melakukan ini ketika penasaran dengan tubuhnya.

" Mereka menemukan sebuah lubang, jadi mereka ingin menjelajahinya," kata Jaime Friedman, M.D., seorang dokter anak yang berbasis di San Diego dan juru bicara American Academy of Pediatrics, dikutip dari Parents.

Anak-anak yang lebih besar mungkin mengorek hidung mereka untuk membersihkan lendir yang mungkin mengganggu mereka. " Banyak anak tidak membersihkan hidungnya secara teratur, sehingga lendir terkumpul dan menjadi kering," kata Nina Shapiro, M.D., ahli THT pediatrik di UCLA Mattel Children's Hospital dan penulis The Ultimate Kids' Guide to Being Super Healthy.

 

1 dari 4 halaman

Gatal dan Penuh Kotoran

Gatal dan Penuh Kotoran © Dream

Ia menjelaskan bahwa lendir dapat menyebabkan gatal dan penumpukan kotoran di hidung, menyebabkan anak-anak untuk mengambilnya. Biasanya juga karena iritasi saat jari dimasukkan ke hidung, menyebabkan lebih banyak lendir menumpuk, siklusnya pun berulang.

" Anak-anak mengupil jika agak gatal, yang cenderung terjadi pada alergi musiman. Terkadang mengupil bisa dilakukan secara tidak sadar, dan anak-anak bahkan tidak menyadari bahwa mereka melakukannya," kata Shapiro.

Dalam kebanyakan kasus, mengupil tidak berbahaya, dan biasanya lebih mengganggu orang tua daripada anak. Tetapi, kebiasaan buruk ini juga dapat memiliki beberapa konsekuensi yang berbahaya.

" Kuku yang tajam dapat menyebabkan goresan hidung dan bahkan mimisan," kata dr. Shapiro.

 

2 dari 4 halaman

Bagaimana menghentikan kebiasaan mengupil pada anak

Bagaimana menghentikan kebiasaan mengupil pada anak © Dream

Faktanya, mimisan paling sering disebabkan oleh mengupil pada anak-anak usia 3 hingga 10 tahun. Hal yang lebih berbahaya, mengupil bisa memasukkan kuman dan bakteri ke dalam tubuh.

" Jari kotor di hidung adalah cara pling cepat membuat anak-anak terpapar kuat dan penyakit. Terutama ketika kita melihat semakin banyak penyakit pernapasan pada anak-anak, termasuk Covid-19," ujar dr. Shapiro.

Anak kecil mungkin tidak menyadari bahwa mengupil itu tidak pantas dan tidak sehat. Untuk itu, orangtua harus peka saat membantu anak menghentikan kebiasaan tersebut.

Orangtua dapat mengajari anak-anak cara mengeluarkan angin lewat hidung. Termasuk selalu mencuci tangan dengan sabun, sebelum dan sesudah mengupil. Ingatkan juga anak-anak kalau mengupil di depan banyak orang adalah hal yang tidak sopan.

3 dari 4 halaman

Bersihkan Hidung Bayi dengan Aman, Simak Langkahnya

Bersihkan Hidung Bayi dengan Aman, Simak Langkahnya © Dream

Dream - Saluran hidung bayi yang kecil, terutama bayi baru lahir. Dalam beberapa kondisi, kondisi rongga hidungnya dipenuhi banyak kotoran bahkan hingga tampak menumpuk dari luar.

Biasanya kotoran di hidung bayi sangat banyak saat sedang pilek atau alergi. Hal ini tentu saja dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi dan membuat rewel. Untuk membersihkan kotoroan hidung pada bayi mungkin Sahabat Dream kebingungan.

Sebenarnya ada beberapa cara aman yang bisa dilakukan untuk membersihkan hidung bayi. Yuk, simak.

Saline Nasal Spray
Menggunakan semprotan hidung saline menjadi pilihan teraman untuk bayi dan balita. Penggunaannya sederhana, baringkan bayi, miringkan kepala ke belakang dengan hati, hati, teteskan dua atau tiga saline nasal spray ke setiap lubang hidung yang akan meredakan hidung tersumbat dan membersihkannya.

 

4 dari 4 halaman

Pembersih Hidung Bayi

Pembersih Hidung Bayi © Dream

Produk seperti alat suntik karet atau aspirator hidung juga dapat menghilangkan lendir di hidung bayi secara efisien. Untuk bayi usia kurang dari tiga sampai enam bulan, gunakan larutan isotonik (lebih lembut). Sementara pada bayi yang lebih tua, gunakan larutan yang sedikit hipertonik (lebih kuat). Larutan Nasal saline bisa dibeli di apotek.

Penyedotan Nasofaring

Langkah ini dilakukan oleh perawat, dokter, atau terapis pernapasan dalam beberapa kasus. Seperti jika lendir tidak dapat dikeluarkan dengan aspirator sampai kesulitan makan dan bernapas secara bersamaan.

Seperti prosedur penyedotan lainnya, larutan air garam digunakan untuk mengencerkan lendir sehingga menjadi lembap. Sebuah tabung hisap kecil, yang terhubung ke alat penghisap diletakkan di hidung bayi sampai menyentuh bagian belakang tenggorokan.

Hal ini akan membuat bayi batuk dan mengeluarkan lendir ke belakang tenggorokan. Penyedotan dilakukan untuk menghilangkan lendir dan setelahnya selang dengan hati-hati ditarik keluar dari hidung.


Sumber: Fimela.com

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More