Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Keguguran jadi hal yang paling dikhawatirkan para ibu yang sedang mengandung. Berbagai cara pasti dilakukan untuk mempertahankan janin. Terutama pada kehamilan pertama di mana ibu belum mengetahui secara detail terkait kondisi janin dan kesehatannya.
Risiko keguguran bisa terjadi di usia kehamilan berapa pun. Namun menurut Helain Landy, seorang dokter spesialis kandungan yang juga ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi di Georgetown University Hospital, AS, risiko keguguran paling tinggi pada usia 0 hingga 20 minggu.
" Lebih dari 80 persen keguguran, terjadi pada trimester pertama kehamilan. Kadang-kadang, terjadi pada awal dalam kehamilan, bahkan saat ibu belum tahu kalau sedang mengandung," ujar Landy.
Kabar baiknya adalah risiko keguguran akan menurun pada akhir trimester pertama. Jadi, setelah usia kandungan mencapai 14 minggu, risiko keguguran menurun drastis.
Pastikan untuk menjalani USG trimester pertama secara rutin untuk memastikan bahwa janin dalam ukuran yang sesuai dan memiliki detak jantung. Dengan mengetahui masalah pada kehamilan lebih awal, risiko keguguran juga akan menurun.
" Banyak perempuan yang pernah mengalami keguguran bisa hamil lagi dan melahirkan bayi yang sehat. Tapi pastikan melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan. Terutama jika terjadi keguguran berulang," ungkap Landy.
Kesempatan hamil lagi pada ibu yang pernah mengalami keguguran hampir sama dengan ibu lain yang belum pernah keguguran. Tapi penting dicatat, risiko keguguran akan semakin meningkat seiiring pertambahan usia ibu.
Pemeriksaan menyeluruh seperti masalah rahim, ketidakseimbangan hormon, atau kondisi medis kronis juga baru dilakukan dokter ketika terjadi keguguran berulang. Misalnya jika seorang ibu sudah mengalami dua atau tiga kali keguguran.
Sumber: Parents