Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Dream - Muktamar Nahdatul Ulama ke-33 yang digelar di Kota Jombang, Jawa Timur diwarnai kericuhan. Keributan bermula karena adanya penolakan pada mekanisme pemilihan Rais Aam PB NU melalui sistem ahlul hallil wal aqdi (AHWA) atau musyawarah mufakat.
Kericuhan itu disinyalir telah dimulai sejak masa registrasi. Sebab, saat registrasi, muktamirin diminta untuk menyerahkan sembilan nama calon AHWA.
Sementara itu, di sisi lain sebagian peserta menolak menyetorkan sembinal nama calon AHWA. Penolakan itu karena sistem pemilihan dengan model AHWA belum ditetapkan dalam muktamar. Ketegangan mulai mereda saat kiai-kiai sepuh turun tangan. (Ism, Sumber: Antara Foto/Zabur Karuru)
Suasana menjelang dibahasnya Tata Tertib Muktamar NU. (Antara Foto/Zabur Karuru)
Hak Cipta © DREAM.CO.IDAdvertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

