Membangun Kembali Peradaban Kuno Suriah

Reporter : Idho Rahaldi
Sabtu, 30 Januari 2016 12:30

Dream - Perang Suriah tak hanya menewaskan warga. Gempuran senjata juga telah memporak-porandakan arsitektur kuno dengan nilai sejarah tinggi.

Suriah termasuk ke dalam salah satu negara yang berada dalam “ bulan sabit subur”, kawasan yang kaya peradaban dunia. Tak heran berbagai monument bersejarah terdapat di negeri ini.

Tapi sayang. Sebagian besar peninggalan peradaban masa lampau itu kini lumat oleh perang. Menjadi kerikil dan bahkan debu.

Tak mau kehilangan ingatan tentang sejarah leluhur, sekelompok pengungsi dari Suriah membuat ulang berbagai monumen dan bangunan kuno yang telah hancur dalam bentuk miniatur.

Proyek yang dimulai sejak 2015 ini diprakarsai oleh seorang ketua kelompok pengungsi bernama Ahmad al-Hariri. Dia mengumpulkan beberapa seniman asal Suriah untuk membangun kembali berbagai bangunan kuno dan monumen yang hancur karena perang.

Menggunakan bahan-bahan yang tersedia di kamp pengungsi, seperti potongan kayu, tanah liat, batu, polystyrene, bahkan tusuk sate kebab, para seniman ini bekerja untuk memastikan bahwa sejarah mereka tidak akan hilang untuk selamanya. Penasaran seperti apa? berikut foto-fotonya (Foto : Christopher Herwig)

Ismail Hariri (44) Dia bekerja sebagai desainer interior sebelum konflik memaksanya untuk melarikan diri ke Yordania dengan istri dan anak-anak pada tahun 2013.

Hak Cipta © DREAM.CO.ID
{KLY_CONTEXTUAL}
Beri Komentar