Aksi Prisia Nasution di Film Genre Baru Pesantren Impian

Reporter : Ratih Wulan
Selasa, 1 Maret 2016 11:30
Aksi Prisia Nasution di Film Genre Baru Pesantren Impian
Film ini dijamin akan memicu adrenalin Anda selama dua jam penuh.

Dream - Kejadian menegangkan dialami 10 gadis yang terjebak di pulau terpencil. Mereka berhasil dipilih dari sebuah undangan rahasia untuk mengikuti program rehabilitasi di Pesantren Impian.

Pemilihan ini berdasarkan pertimbangan masa lalu mereka yang kelam seperti pecandu Narkoba, pelacur, korban pemerkosaan, pencuri dan pembunuh. Bahkan seorang Polisi Wanita (Polwan) berhasil menyusup sebagai salah satu santri untuk menuntaskan sebuah misi rahasia.

Tapi nasib nahas menimpa mereka. Bukannya berhasil tobat malah banyak kejadian menegangkan meneror keseharian mereka di pengasingan. Satu persatu dari para santri terbunuh secara misterius. Satu sama lain saling menuduh siapa pelaku yang sebenarnya.

Hingga suatu hari ustazah dan pendiri pondok pesantren ditemukan terbunuh di kamar masing-masing. Hingga memancing kengerian seluruh penghuni Pesantren Impian yang masih tersisa.

Nah, di sinilah peran aktris cantik Prisia Nasution yang memainkan tokoh Polwan ditantang untuk menemukan pembunuh sebenarnya. Berbagai konflik yang disajikan berhasil membuat penonton penasaran untuk mengikuti jalan cerita hingga akhir film yang berjudul ' Pesantren Impian' tersebut.

Pada film religinya yang pertama ini Prisia Nasution ditantang untuk beradu akting bersama Fachri Albar, Dinda Kanya Dewi, Indah Permata Sari dan beberapa artis lainnya.

Dalam film besutan sutradara Ifa Isfansyah, Pesantren Impian menawarkan suasana baru dalam dunia perfilman Indonesia. Film yang diangkat dari novel karya Asma Nadia ini menawarkan dua genre, kombinasi antara religi dan thriller.

" Meskipun adaptasi novel tapi rumusnya berbeda saat kami angkat ke layar lebar dengan energi yang baru. Ini adalah genre film yang baru di Indonesia," ungkap Ifa saat dijumpai dalam premier film Pesantren Impian di CGV Blitz, Grand Indonesia Jakarta Pusat pada Senin, 29 Februari 2016.

Dalam film yang menceritakan tentang teror menakutkan ini, penonton akan dibuat tegang dengan alur cerita pembunuhan yang terjadi berkali-kali. Namun hebatnya, sang sutradara mampu mengemas jalan cerita tanpa dibumbui kesan kekerasan dan mistis seperti cerita horor pada umumnya.

Buat yang penasaran dengan film religi namun berbau horor, segera tonton mulai Jumat, 6 Maret 2016 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Film ini dijamin akan memicu adrenalin Anda selama dua jam penuh.

Beri Komentar