Dream - Sejak dirawat di Guangzhou, China, untuk pengobatan kanker payudara, Kondisi Yana Zein kian membaik. Yana bersyukur karena di negeri Tirai Bambu itu dia mendapat perrawatan secara modern.
Sebagaimana dikutip Dream dari laman Kapanlagi.com, Senin 13 Februari 2017, Yana mengaku baru saja menjalani dua pengobatan moderan, cyro dan Zero.
" Jadi di bawah ketiak ada kanker yang besar, di sana dimasukkan semacam jarum yang panjang dan langsung menembus ke daerah kankernya. Suhunya -160 derajat, langsung dimatikan kankernya," kata Yana.
" Saya dibius total, jadi enggak tahu prosesnya. Setelah sadar, daerah kiri saya sudah baik sekali keadaannya. Tadinya berasa sakit dan terganjal sesuatu, sudah tidak sakit lagi," imbuh dia.
© Dream
Untuk pengobatan ke dua, Yana melakukan proses Zero. pengobatan ini seperti kemoterapi tapi berbeda dengan penerapan obatnya.
" Caranya dimasukkan jarum dari pena ke pangkal paha, kemudian mereka mencari sel kanker dan semprot tepat pada sasarannya" kata Yana.
" Kata dokter Zhang, ia menjelaskan intervensi dia masukin semacam selang kecil langsung ke daerah kanker Yana. Dari situ dimasukin juga obatnya, dan itu langsung masuk ke daerah kankernya. Ini membuat kankernya langsung mati. Efek sampingnya juga kecil," lanjut Yana.
Yana bersykur dua pengobatan yang dijalani membuat kondisi tubuhnya kian membaik. Tangan yang tadinya bengkak saat perawatan di Jakarta, menunjukan perubahan signifikasn.
" Tangan saya pun kalau dilihat di Jakarta bengkak, setelah cyro tangan saya mengempis dalam tiga hari. Setiap hari kita melakukan tindakan-tindakan untuk menyembuhkan kanker saya," tuturnya.
Advertisement

Tak Lagi Diplonco, Ini yang Sebenarnya Dipelajari Mahasiswa Baru saat Orientasi Kampus

IIDI Cabang Malang Edukasi Masyarakat Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung dan pembuluh Darah

Ketahui Apa Arti Tanggal Kedaluwarsa pada Parfum, Betulkah Berbahaya Jika Digunakan?

Mengapa Setiap Daerah di Indonesia Punya Soto Versinya Sendiri


Kemenkes Ingatkan Warga Agar Lakukan Cek Kesehatan Gratis Setiap Tahun, Bukan Sekali Saja

Jatuhnya Fat Man di Nagasaki yang Membalik Sejarah pada 9 Agustus 1945