Deddy Corbuzier Analisa Motif Kebohongan Ratna Sarumpaet

Reporter : Amrikh Palupi
Kamis, 4 Oktober 2018 17:46
Deddy Corbuzier Analisa Motif Kebohongan Ratna Sarumpaet
Deddy Corbuzier melalui video ungkap alasan Ratna Sarumpaet dari segi Psikologis.

Dream - Deddy Corbuzier menganalisa motif Ratna Sarumpaet melakukan kebohongan dengan mengarang cerita penganiayaan. Dia menjelaskan motif itu dari segi psikologi.

" Gue enggak akan lihat dari sisi politiknya, gue enggak akan lihat sisi apapun. Saya melihat dari sisi psikologi kenapa Ratna Sarumpaet harus berbohong," kata Deddy dalam video yang diunggah ke Youtube, Kamis 4 Oktober 2018.

Menurut Deddy, secara psikologi, orang berbohong untuk menjual rasa iba. Sebab, kata dia, di tengah masyarakat yang mudah bersimpati, sangat mudah menjual rasa iba. " Secara psikologi kita bisa membagi iba itu jadi empat," tutur Deddy.

Pertama, kata dia, adalah waktu. " Waktu yang tidak bisa diduga orang melakukan hal tersebut. Contohnya jualan koran malam-malam di lampu merah. Orang yang lewat akan merasa iba karena korannya enggak laku," kata Deddy.

deddy corbuzier

Ke dua adalah fisik yang lemah. Deddy mencontohkan ketika orang kurus, anak-anak, tua. " Kalau anda lihat orang jualan orang tua, maka Anda akan lebih mau membeli sesuatu. Kalau Ada orangtua minta tolong Anda lebih membantu orangtua dibanding anak muda," sambungnya.

1 dari 2 halaman

Gender

Ke tiga, tambah Deddy, keadaan fisik yang lemah. Misalnya saja orang yang mengalami pemukulan, terluka, atau cacat. " Makanya, banyak orang minta-minta pura-pura cacat akhirnya, pura-pura kakinya enggak ada."

Menurut Deddy, ketika ada orang yang dalam kondisi lemah atau memiliki kekurangan fisik, sangat mudah memancing rasa iba. Dia menyebut kasus Ratna Sarumpaet termasuk yang mudah menggugah rasa iba.

" Ketika ada hal tersebut orang akan merasa iba dan iba ini dijual banget supaya apa yang diceritakan masuk dan orang akan bersimpati kepada dia," kata dia.

Terakhir, mantan suami Kalina Ocktaranny menyebut faktor gender. Menurut dia, gender sangat berpengaruh untuk menjual iba.

Menurut dia, apabila ada wanita dimaki-maki atau dipukuli di jalanan, maka banyak orang langsung membela dan menolong. Tapi, lanjut dia, apabila sebaliknya, ada lelaki dipukuli wanita atau pasangannya, maka tak ada yang menolong.

" Orang-orang lewat doang. Mereka enggak peduli. Karena menurut mereka ya itu cowok yang mukulin cewek. Jadi so what, enggak peduli. Gender ini sangat bisa menjual iba," tuturnya.

Mengapa Ratna Sarumpaet berbohong? Deddy tidak mengatahui alasan pasti. " Alasan di belakangnya politik kah, mau melawan lawan politiknya kah, saya tidak tahu," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Ini Videonya

Beri Komentar