Dituding Berbohong dan Telantarkan Anak Asuh, Ashanty Buka Suara

Reporter : Nur Ulfa
Senin, 8 Februari 2021 14:23
Dituding Berbohong dan Telantarkan Anak Asuh, Ashanty Buka Suara
Ashanty tak terima dituding seperti itu

Dream - Ashanty membantah tudingan telah melakukan pembohongan publik dan mangkir dari kewajibannya sebagai orang tua asuh, Putera. Sebaliknya, Ashanty sengaja tak mempublikasikan kondisi yang sebenarnya demi melindungi Putera dari perundungan. 

" Kalau saya melakukan pembohongan pubik? Bohong yang mana? Yang mau keluar dari pesantren itu siapa?" kata Ashanty dalam tayangan Cumi Cumi.

Menurut Ashanty tindakannya menghentikan biaya sekolah Putera dilatarbelakangi alasan yang kuat. Dia memastikan tidak akan asal melakukan tindakan itu tanpa sebab akibat.

" Kenapa saya gak pernah share tentang apa yang terjadi dengan saya dan Putra. karena saya terlalu sayang, terlalu kasihan sama anak ini, kalau saya keluarkan apa yang terjadi, satu Indonesia akan bully dia," tutur Ashanty.

Ibu tiri dari Aurel Hermansyah ini tak terima disebut menelantarkan Putra dan dianggap telah melakukan pembohongan publik. Justru dia mempertanyakan kesalahan yang telah diperbuatnya sehingga diancam akan dilaporkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

" Baiknya dalam hidup ini bertabayun, coba sebelum prescon, saya mau dilaporin ke KPAI," imbuhnya.

Sebaliknya, Ashanty merasa menjadi pihak yang seharusnya melaporkan pembohongan publik seputar anak asuhnya kepada KPAI.

Diketahui sebelumnya Abdul Hamim dari LBH Keadilan membuat pernyataan kalau Putra sudah tak dibiayai oleh Ashanty, dan Ashanty memilih untuk membiayai anak lain. Dia pun bingung kenapa Ashanty tidak emnginformasikan lebih dahulu sebelum Putra masuk sekolah.

1 dari 4 halaman

Dituding Tak Lagi Biayai Uang Sekolah, Anak Asuh Ashanty Minta Kejelasan

Dream - Ashanty dan Anang Hermansyah dituding melepas tanggung jawab terhadap anak angkatnya yang bernama Putra. Ibu tiri dari Aurel Hermansyah itu dituding tidak mau lagi membiayai sekolah anak angkatnya di Pesantren Al Basyir, Bogor.

Abdul Hamim Jauzie selaku pengacara dari LBH Keadilan dalam virtual zoom seperti dikutip dari Liputan6.com menyatakan pihaknya beberapa waktu lalu pernah mengantar Putra untuk kembali bersekolah setelah beberapa pekan libur. 

" Tapi ditolak pesantren katanya Putra sudah tidak menjadi tanggung jawab pihak Ashanty," katanya. 

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, Putra tidak bisa melanjutkan tanpa biaya sendiri. Kalaupun ingin tetap melanjutkan akan dianggap sebagai santri baru yang harus membayar uang pangkal.

Menurut Abdul Hamim, pihaknya tidak mempermasalahkn jika Ashanty sudah tidak mau membiayai Putra lagi. Namun dia merasa heran karena Ashanty mengalihkan uang pendidikan kepada siswa lain tanpa pemberitahuan sebelumnya.

" Jadi tentu saya meminta penjelasan ke Ashanty mengapa dihentikan. Kami tidak berharap kembali dibiayai tapi tolong jelaskan kepada publik kenapa Putra tidak lagi dibiayai. Dan pihak Ashanty juga harus mengurus surat pindah," kata dia.

 

2 dari 4 halaman

Tak Tahu Alasan Ashanty

Abdul Hamim menegaskan belum mendapat penjelasan dari pihak Ashanty terkait penghentian bantuan pendidikan tersebut. Padahal katanya Putra orang tidak mampu yang masih ingin mendapatkan pendidikan.

" Kesimpulan, kami berpendapat Ashanty tidak bersungguh-sungguh memesantrenkan Putra. Ketika ditanya hanya disampaikan bahwa 'Ini kebijakan kami', tanpa menyebut alasan apapun. Bagi saya ini hal serius. Putra ini orang lemah, tidak berdaya," ucapnya.

Karena hal ini kata Abdul Hamim, psikologis Putra terganggu. Karena seperti dipermainkan oleh keluarga Ashanty. yang selama ini terkesan memebrikan harapan untuknya.

3 dari 4 halaman

Pada bagian lain, Abdul Hamim juga sempat menyingung soal rencana akan memberikan hadiah berupa Ponsel kepada Putra melalui akun Youtube-nya. Namun hingga saat ini Ponsel tersebut belum kunjung diterima Putera.

" Katanya sudah diberikan HP saat ulang tahun. Ini sudah terpublikasi di mana-mana tapi hingga saat ini Putra tidak menerima HP itu," katanya

" Kami menduga ini ada kebohongan kepada publik, kok main-main? Kalau memang tidak mau diberikan tidak usah dibilang diberikan kemudian HP-nya tidak diberikan," sambungnya yang mengaku belum mendapat informasi dari Ashanty terkait janji tersebut.

 

4 dari 4 halaman

Dia kembali menegaskan jika masalah yang diangkatnya tak sekadar soal janji Ponsel yang akan diberikan. Malahan, Abdul Hamim setuju jika Putera tak memegang Ponsel. Kalaupun akan dibelikan hanya spesifikasi rendah untuk kebutuhan komunikasi saja.

" Itu sengaja yang spesifikasinya rendah supaya dia tidak main gadget karena masih anak-anak, tidak bisa me-manage," Abdul menambahkan.

Hingga saat ini Ashanty belum memberikan klarifikasi terkait tudingan yang disampaikan LBH Keadilan tersebut. 

Beri Komentar